Ternyata Diam

Ternyata dalam diam
tak selalu sunyi yang menyertai,
tak selalu tak berarti,
tak selalu mati.
Diam memberikan ruang
bagi selain tubuh untuk bicara
lebih terdengar daripada biasanya,
lebih hidup, lebih bermakna.
Diam mengasah indera
untuk semakin peka
pada tempat kita ada,
Pada angin dan keikhlasan geraknya,
pada matahari dengan hamasah sinarnya,
pada bulan dengan jiddiyahnya dalam gelap,
pada jangkrik yang tak pernah lelah
mengumandangkan zikir dan tasbihnya,
pada laba-laba dengan ketinggian tawakkalnya.
Dan ternyata diam
adalah kesempatan lebih besar
untuk berkaca
pada cermin kehidupan.

(Hani Hendayani and Amatullah Shafiyyah)

Komentar

Entri Populer