Perkenankan Aku Mencintai-Mu Semampuku

>> Minggu, 08 Februari 2009

Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu.
Kajian demi kajian tarbiyah kupelajari,
untai demi untai kata para ustadz kuresapi.
Tentang cinta para nabi, tentang kasih para sahabat,
tentang mahabbah orang shalih, tentang kerinduan para syuhada.
Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam,
kutumbuhkan dalam mimpi idealisme yang mengawang di awan.

Tapi Rabbi…
Berbilang hari demi hari dan kemudian tahun berlalu,
tapi aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untuk-Mu,
aku makin merasakan gelisahku membadai
dalam cita yang mengawang, sedang kakiku mengambang.
Hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan.

Allahu Rahiim, Illahi Rabbii,
perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku.
Perkenankanlah aku mencintai-Mu, sebisaku.
Dengan segala kelemahanku.

Ilaahi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu dengan kesabaran menanggung derita.
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al-Mustafa.
Karena itu ijinkan aku mencintai-Mu
melalui keluh kesah pengaduanku pada-Mu,
atas derita batin dan jasadku, atas sakit dan ketakutanku.

Rabbii,
Aku tak sanggup mencintai-Mu seperti Abu Bakar,
yang menyedekahkan seluruh hartanya
dan hanya meninggalkan Engkau dan Rasul-Mu
bagi diri dan keluarganya.
Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo hartanya demi jihad.
Atau Ustman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan Dien-Mu.
Ijinkan aku mencintai-Mu,
melalui 100-500 perak yang terulur
pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan,
pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan
di pojok-pojok jembatan. Pada makanan-makanan
yang terkirim ke handai taulan.

Illahi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu
dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat nabi-Mu,
hingga tiada terasa anak panah musuh terhujam di kakinya.
Karena itu Ya Allah,
perkenankanlah aku tertatih menggapai cinta-Mu,
dalam shalat yang coba kudirikan dengan terbata-bata,
meski ingatan kadang melayang
ke berbagai permasalahan dunia.

Rabbii,
aku tak dapat beribadah ala orang-orang shalih
atau bagai para hafidz dan hafidzah yang membaktikan
seluruh malamnya untuk bercinta dengan-Mu
dalam satu putaran malam.
Perkenankanlah aku mencintai-Mu,
melalui satu - dua rakaat sholat lailku,
atau sekedar sunnah nafilahku,
selembar dua lembar tilawah harianku.
Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Yaa Rahiim,
aku tak sanggup mencintai-Mu semisal para syuhada,
yang menjual dirinya dalam jihad bagi-Mu.
Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu
dengan mempersembahkan sedikit bakti
dan pengorbanan untuk dakwah-Mu,
dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.

Allahu Kariim,
aku tak sanggup mencintai-Mu di atas segalanya,
ijinkan aku mencintai-Mu dengan mencintai keluargaku,
membawa mereka pada nikmatnya hidayah
dalam naungan Islam, manisnya iman dan ketabahan.
Dengan mencintai sahabat-sahabatku,
mengajak mereka untuk lebih mengenal-Mu,
dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku, Yaa Allah.
Agar cinta itu mengalun dalam jiwa.
Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.

Amin...

(29 Agustus 2003, A Poem By Azimah Rahayu)
Judul di atas di pinjam dari sebuah puisi karya A. Musthaga Bisri

42 komentar:

Anonim Februari 26, 2009 12:37 PM  

Nama:yuyi Rohmatunisa
Nim:0701805/10
Kelas:2D

Dengan kecintaan yang hakiki sebagai insan manusia tidak dapat membuat kecintaan allah melebihi segala-galanya,sebab kecintaan terhadap allah tidak dapat di bandingkan dengan apapun.Dengan kecintaan dan pendekatan diri kepada illahirobi berarti kita mendekatkan diri kepadanya,berpasrah diri,bernaung dalam ketertatihan dalam menghadapi segala macam upaya dan ujian yang terjadi dalam hidup untuk bernaung dalam mencari hujatnya tauladan kehidupan yang sebenarnya.Namun,kadang insan manusia lupa akan itu lupa akan kecintaanya kepada allah.

Anonim Februari 26, 2009 9:54 PM  

Nama : Ahmad Apipudin
NIM : 0701869
Kelas: 2D

kita manusia yang di didik dari kecil dalam hal agama harus tetap mencintai penciptanya tanpa meninggalkan semua perintahNya dan menjauhi laranganNya.
Allah menciptakan manusia agar tetap bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah kepada para hambaNya, salah satunya yaitu ni'mat saling mencintai sesama manusia agar sling menolong tanpa membedakan kedudukan karena sesungguhnya semua manusia sama dihadapan Allah dan cinta yang hakiki hanyalah kepada Allah swt dan cinta ini jangan sampai hilang dalam diri manusai sebagai ciptaanNya

Anonim Februari 26, 2009 10:17 PM  

Nama :Achmad zaki zamzami
NIM :0701894
Kelas:2D
Sedih, gundah, gembira, senang, risau, dan semangat yang membara itulah yang aku rasakan ketika ku membaca syair atau puisi yang berjudul "perkenankan aku mencintaiMu semampuku",,,,,,,

Sedih karena aku tidak bisa mencintaiMu seperti orang-orang yang engkau cintai,,

Gundah, apakah aku bisa mencintaiMu seperti orang-orang yang engkau cintai,,

Risau karena ketika aku melakukan sesuatu apakah aku mendapat ridha dan cintaMu,,,

Gembira karena aku bisa merasakan cintaMu yang selama ini engkau berikan kepadaku,,,

senang karena aku bisa mencoba untuk mendapatkan cinta dan kasih sayangMu ,ya Rabb,,

semangat yang membara karena semua itu akan menjadi motivasi bagiku untuk dapat memperoleh cintaMu,,,

ya Rabb, ijinkan aku mencintaiMu,,

Ridhailah segala apa yang telah aku lakukan,,

Berilah aku kekuatan Iman untuk dapat mencintaiMu,,,
amin...

Anonim Februari 27, 2009 8:50 AM  

Asslm pa....!
Jumat,27 Februari 2009
Alhamhamdulillah setelah membaca puisi ini saya merasa ada sesuatu yang mengingatkan akan kondisi cinta saya kepada Allah
jujur kadang memang yang saya alami penempatan cinta kepada Allah sering terkalahkan oleh cinta saya kepada duniawi
ternyata saya lebih tersentuh dengan pengingat-pengingat dalam bentuk puisi.Seperti tidak ada yang menyeramahi padahal secara tidak langsung itu tersirat
Shalatku....sedekahku...
ternyata masih jauh dengan yang apa yang seharusnya kulakukan untuk_Nya
Terimakasih pak Firman meskipun bapak berhalangan hadir untuk mengisi kuliah SPAI tapi pengganti kuliah senacam ini juga sangat bermanfaat terutama bagiku
wsslm........

Anonim Februari 27, 2009 8:52 AM  

Dede Sutarya 0701859 2D
Asslm pa....!
Jumat,27 Februari 2009
Alhamhamdulillah setelah membaca puisi ini saya merasa ada sesuatu yang mengingatkan akan kondisi cinta saya kepada Allah
jujur kadang memang yang saya alami penempatan cinta kepada Allah sering terkalahkan oleh cinta saya kepada duniawi
ternyata saya lebih tersentuh dengan pengingat-pengingat dalam bentuk puisi.Seperti tidak ada yang menyeramahi padahal secara tidak langsung itu tersirat
Shalatku....sedekahku...
ternyata masih jauh dengan yang apa yang seharusnya kulakukan untuk_Nya
Terimakasih pak Firman meskipun bapak berhalangan hadir untuk mengisi kuliah SPAI tapi pengganti kuliah senacam ini juga sangat bermanfaat terutama bagiku
wsslm........

Anonim Februari 27, 2009 8:53 AM  

ketika membaca puisi tersebut saya merasakan betapa kurangnya rasa syukur saya selama ini terhadap sang pencipta ALLAH SWT. Didalam puisi tersebut secara tidak langsung memberikan pesan kepada pembaca agar selalu ingat akan ALLAH.Dalam puisi tersebut memberikan penjelasan bagaimanakah cara untuk menvintai ALLAH, sedangkan tak batasan untuk mencintai ALLAH, karena ALLAH adalah segala-galanya dalam setiap nafas manusia.

Anonim Februari 27, 2009 9:02 AM  

Nama :Cipit Dwi Handayani
Kelas :2.D
Nim :0701843

Ketika saya membaca puisi tersebut saya merasakan betapa kurangnya rasa syukur saya selama ini terhadap sang pencipta ALLAH SWT. Didalam puisi tersebut secara tidak langsung memberikan pesan kepada pembaca agar selalu ingat akan ALLAH. dan Dalam penjelasan tidak cara yang seimbang untuk membalas segala karunia ALLAH selain menjalan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Anonim Februari 27, 2009 9:05 AM  

Agus Permana 0701853 2D
Asslm......
Setelah membaca puisi ini saya merasa betapa rendahnya cinta ini kepada Allah dan bahkan saya tidak sadar dengan perbuatan yang sama sekali tidak mensyukuri semua kenikmatan yang telah diberikan_Nya
Terkadang untuk bersedekah sedikit saja kita sulit dibandingkan dengan memanjakan semua kebutuhan kita padahal dengan bersedekah kita didekatkan daengan cinta kepada sesama yang Insya Allah bermanfaat bagi kita
Terimakasih kepada pak Firman yang telah memberikan lebih dari sekedar puisi tetapi banyak makna yang dapat mengisi hati ini

Anonim Februari 27, 2009 9:10 AM  

Nama : Dede Kurnia Adiputra
NIM : 0701887
Kelas : 2D

Assalamualaikum..Wr.Wb.

Setelah puisi di atas saya baca dan resapi banyak sekali hikmah yang dapat kita ambil.

Saya sadar bahwa memang kita di dunia ini tidak bisa mencintai Allah sebenar-benarnya cinta,Cinta yang hakiki terhadap Tuhanya.

Terkadang dalam ucapan bisa kita katakan mencintai-Nya tapi dalam perbuatan,tingkah laku,maupun jejak yang kita lakukan belum bisa dikatan kita benar-benar cinta terhadap-Nya.

Aku tak sanggup mencintai-Mu dalam shalatku karena terkadang di dalam shalat yang ku kerjakan masih terlintas hal-hal duniawi yang bisa merusak kekhusuan shalat.

Andaikan aku bisa selalu mencintai-Mu di setiap waktuku seperti Allah mencintai umat-Nya.
padahal kita lemah dan tak berdaya tanpa-Nya.

Jadi ini bisa dijadikan sebagai motivasi kita untuk selalu beribadah melakukan perbuatan baik dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya semata-mata karena kita Cinta Allah,Rindu Allah dan kita sayang Allah...........

Amiin,,,

Anonim Februari 27, 2009 9:13 AM  

Nama : Dian Novayanti
Nim : 0701823
Kelas : 2.D

Assalamualaikum wr.Wb...

ketika "Perkenankan Aku Mencintai-Mu Semampuku" ku baca dan ku resapi, hatiku tersentuh mengingat betapa besar keagungan yang telah diberikan Tuhan kepadaku,,
Namun apa balasan yang harus ku berikan kepada-Nya,,mengingat begitu banyak dosa yang telah aku perbuat dan kesalahan yang selalu datang dari diriku,
Aku hanya seorang manusia yang tidak sempurna, yang cukup sulit untuk bisa mencintai Tuhan ku seutuhnya,,tapi hatiku selalu hanya ingin berserah diri pada Tuhanku..
Illahirabbi,,kuatkanlah hatiku untuk terus selalu dapat mengingat akan kebesaranmu,,
Tulisan "Perkenankan Aku Mencintai-Mu semampuku" cukup membuat aku semakin sadar bahwa aku hanyalah seoarang makhluk yang tak berarti apa-apa dibandingkan dengan segala karunia yang telah engkau berikan kepadaku yang terkadang tak cukup kusadari,namun aku akan terus selalu berusaha untuk mencintai Tuhanku semampuku,,
Semoga kekuatan iman akan selalu terus bertambah dalam setiap kehidupanku,,

Pak,,
Tulisannya cukup kuat bikin dian jadi selalu terus berusaha buat pengen jadi manusia (perempuan) yang bisa mencintai Tuhanku seutuhnya meskipun cukup sulit mengingat dunia sekarang,,tapi mudah-mudahan dian bisa menang ngelawan dunia yang jahat (emosi) supaya bisa terus mencintai Tuhanku ketimbang mencintai diri sendiri..

Wassalamualaikum..

Anonim Februari 27, 2009 9:13 AM  

Nama : Lina marlina
Kelas : 2D
NIM : 0701815


Assalamualaikum, pa...!
Alhamdulillah setelah saya membaca puisi ini, saya dapat mengambil hikmah dari puisi tersebut. bahwa apabila manusia ingin mencintai Allah, maka cintailah Allah dengan sepenuh hati, walaupun sulit untuk mencintai Allah dengan sempurna. karena manusia tidak luput dari salah dan dosa. maka gapailah cinta-Nya dengan mengikuti apa yang diperintahkannya. karena dengan mengikutinya Allah pun akan mencurahkan cinta kepada hambanya.

Anonim Februari 27, 2009 9:19 AM  

Nama : PIPIT PITRIYANI
Ninm : 0701803
Kelas : 2D

Bagi saya puisi tersebut merupakan penyadar iman saya yang selama ini kurang mencintaiMu ya Robbi,dan lebih mencintai duniawi, untaian kata - kata dari bait ke bait sangat menyentuh kalbu, rasanya mencintaiMu wajib dan harus q lakukan, Syair demi syair yang begitu sangat bermakna, dari puisi tersebut banyak pelajaran yang bisa kita ambil bahwa cinta yang hakiki adalah milik Allah SWT semata.

Subhanallah Pk........ puisinya sangat bagus sekali

Anonim Februari 27, 2009 9:20 AM  

NAMA: ANHARI RUNIAT
NIM: 0701880
KELAS:2D
Komentar saya, setelah membaca puisi diatas saya sangat tersentuh sekali.Betapa kita sering sekali melupakan dirimu ya Allah.Kita terlena dengan mementingkan kehidupan dunia ini.Padahal kita di dunia ini tidak untuk selamanya. Kehidupan yang sebenarnya ketika kita sudah tidak eksis di dunia yang fana ini.Sebenarnya kita harus mementingkan akhirat daripada dunia ini.karena dunia ini tidaklah kekal.Kita harus selalu beramal shaleh dan menegakan shalat.Jadi kita sebagai umat muslim, kita harus menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangannya.Sebagai umat muslim, manusia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan.Selagi kita masih diberi kesempatan untuk hidup, kita harus memanfaatkan hidup ini dengan sebaik mungkin.

Anonim Februari 27, 2009 9:22 AM  

nama :Rela Rea Asih
nim :0701840
kelas ;2D

assalamualaikum....
"PERKENANKAN AKU MENCINTAI-MU SEMAMPUKU"
setelah puisi diatas saya baca begitu banyak hikmah yang dapat saya ambil salah satunya sikap mencintai terhadap allah, sesama manusia dan makhluk lainnya

mencintai kepada allah harus kita lakukan setiap saat dan waktu salah satunya kita mengerjakan segala perintahnya dan kewajibannya serta menjauhi larangannya

semoga apa yang saya baca dapat bermanfaat bagi diri saya dan teman-teman
dan kita semua dapat lebih meningkatkan kecintaan kita terhadap Allah SWT

amien..............!!!!!

Anonim Februari 27, 2009 9:25 AM  

urip kwilangga (0701878)
kelas 2D

Ass.wr.wb
sebuah untaian kata yang tersirat dalam puisi yang telah saya baca begitu menggugah, karena pada dasarnya manusia terkadang suka lupa dan lalai dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya. puisi di atas hanyalah sebagian kecil yang mengambaran tentang sebuah usaha manusia dalam mencapai keridho'annya, usaha yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.
kelemahan yang tumbuh dari dalam diri manusia, bukanlah sebuah halangan dalam hasrat untuk mendekatkan diri kepada-Nya, akan tetapi jadikanlah kelemahan itu menjadi sebuah kekuatan yang kuat dan tidak terkalahkan.
puisi diatas menceritakan sebuah keinginan dalam mendekatkan diri kepada Illahi Robbi, dengan apa yang dimilikinya. keterbatasan merupakan faktor yang di anggap jurang pemisah, padahal dengan sebuah keikhlasan semuanya menjadi lapang dan terasa indah.
jadi, walau kecil sebuah pembuktian, tapi apabila di dasari rasa ikhlas akan lebih bermakna dari pada sebaliknya.

Anonim Februari 27, 2009 9:29 AM  

nama : venni nurmayuni
nim : 0701846
kelas : 2.D

Assalamualaikum pa !
alhamdulilah setelah saya meresapi puisi yang bapa buat
subhanaallah sekali betapa indah kasih yang allah SWT berikan kepada umatnya
allah SWT permudah segala jalan untuk kita mencintai-NYA dengan sempurna,,,

tetapi qu hanya manusia biasa yang tidak sempurna ?...
khilaf dan salah terkadang menyertai cintaqu pada-NYA
qu hanya bisa berusaha sebisaku untuk melawan godaan duniawi yang sangat nenggiurkan
dengan segala kerendahan hati hanya untaian kata maaf yang bisa kuucapkan dan perkenankanlah qu mencintai-NYA semampuqu
semoga qu dapat menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.

ya allah ya robb
ridhoilah segala jalan yang ku tempuh untuk menggapai kasihmu yang subhanaallah indahnya

amiiin....

Anonim Februari 27, 2009 9:32 AM  

Nama : Fatmawati
NIM : 0701828
Kelas : 2D


Assalamualaikum Wr.Wb...
Alhamdulillah setelah saya membaca puisi ini, saya dapat mengambil hikamah dari puisi tersebut. bahwa sebagai manusia kita ingin disayangi Allah SWT yang telah menciptakan kita , walaupun kita tidak sesempurna para Nabi, tapi apa artinya bila kita ingin disayangi Allah SWT tanpa usaha dan kerja keras dengan kemampuan yang kita miliki tanpa meminta bantuan dari orang lain selagi kita bisa melakukannya sendiri. Apabila kita ingin dicintai dan disayangi Allah SWT harus dimulai dari diri kita sendiri yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan dengan menjalakan segala yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-Nya , walaupun dengan kemampuan yang kita miliki terbatas tapi apa artinya kalau kita mempunyai kemampuan lebih tapi tidak bisa menerapkannya dengan ikhlas dan sepenuh hati.
Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang dicintai Allah SWT. amin..

Anonim Februari 27, 2009 9:36 AM  

NAMA:NI'MAH
NIM:0701806
KELAS:2D

Perkenankan Aku Mencintai-Mu Semampuku

Setelah membaca puisi ini saya merasakan ada suatu pelajaran yang dapat saya ambil bahwa mencintai allah tidak dapat di bandingkan cinta apapun yang ada di dunia ini. karena dialah yang selalu ada di dalam benak hati dan jiwa, hidup penuh dengan keterperonaan kadang manusia lupa akan kodratnya. manusia hanya bisa mengeluh,berpayuh,memohon dan meminta ketika ia hidup dalam kesusahan.namun, ketika ia hidup dalam kesenangan mereka lupa akan segalanya. manusia hanya mengukur dengan nafsu yang ingin di kehendaki tanpa mengukir jalan panjang kehidupannya. Dengan cinta yang hakiki terhadap illahirobi berarti kita pula harus mencintai sesama. Apabila kita mencintai seseorang maka cintailah orang itu karena Allah. Enggan mengikuti sunat nabi untuk dapat mengikuti jejak cintanya terhadap para sahabatnya.Kita bisa mengungkapkan cinta kita kepada Allah dengan selalu mengingatnya di dalqam hati di samping itu kita umatnya harus selalu menjalankan perintahnya dan menjauhhi larangannya. Dalam naungan hidup manusia harus selalu mengingatnya sepanjang syahduhnya kehidupan.

Anonim Februari 27, 2009 9:48 AM  

Nama : Rika NOpianti
NIM : 0701808
Kelas : 2D

Assalamualaikum
Alhamdulillah setelah saya baca puisi, hati saya sangat tersentuh karena didalam puisi itu tersirat bagaimana kita mencintai Allh SWT. kita tidak bleh mencintai manusia melebihi cinta kita kepada Allah SWT, karena cinta yang hakiki adalah cinta terhadap Allah SWT. cinta kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya walaupun mencintai Allah SWT sulit dijalankan karena manusia terkadang lupa dengan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya disebabkan manusia terbuai dengan keduniaan sehingga lupa mencintai pencipta-Nya. mudah-mudahan kita dapat mencintai Allah dengan sekuat tenaga kita. wassalam

Anonim Februari 27, 2009 9:50 AM  

Nama ;Liana Indrayani
Kelas ;2D
Nim ;070133

Assalamualaikum...

Setelah saya membaca puisi "PERKENANKAN AKU MENCINTAI-MU SEMAMPUKU". Saya dapat mengetahui bahwa sebagai manusia terkadang kita belum bisa mencintai Allah dengan sepenuh hati. Mencintai Allah manusia sulit untuk mencapai kesempurnaan, seperti yang telah di contohkan para Nabi. Tetapi kita harus belajar walaupun mencintai Allah itu sulit.
Dengan kita bisa menjalankan atau menyisihkan waktu untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan keikhlasan, InsyaAllah kita akan merasakan mencintai Allah dengan sepenuh hati, dan cinta itu bisa tertanam dalam hati.
Semoga setelah membaca puisi ini, kita bisa meningkatkan kecintaan kepada Allah SWT.
Amin...!!

Anonim Februari 27, 2009 9:58 AM  

Nama : RT SITI SAADAH
NIM : 0701814
Kelas : 2D

Subhanallah, puisi ini sangat menyentuh hati dan mengingatkan saya pada apa yang sudah saya lakukan ternyata jauh dari apa yang harusnya dilakukan seorang hamba yang mengagungkan ALLAH, dan ketika musibah datang saya malah lupa akan semua nikmat yang telah ALLAH berikan selama ini, dan kiasan - kiasan dalam puisi ini sungguh buat saya merasa betapa ruginya saya yang belum bisa belajar mencintai ALLAH diatas segalanya,dan akhirnya puisi ini memotivasi saya untuk lebih mencintai ALLAH diatas segala-galanya karena sesungguhnya cinta yang hakiki hanya milik ALLAH SWT.

Anonim Februari 27, 2009 10:05 AM  

Ririn Retnaningsih
0701849/ 2D

Asslamualaikum Wr. Wb.

Saya percaya, setiap orang yang membaca puisi yang berjudul "Perkenankan Aku Mencintai-Mu Semampuku" ini pasti setuju bahwa puisi ini sangat bagus dan berkesan khususnya bagi diri saya sendiri yang masih banyak kekurangan dan belum mampu membalas segala karunia yang telah diberikan Allah SWT kepadaku. Dengan membaca puisi ini saya menjadi sadar bahwa apa yang dilakukan kita untuk membuktikan cinta kita kepada Allah SWT tidak seperti Para Nabi-nabi dan Para Syuhada terdahulu yang merelakan seluruh waktu dan hidupnya hanya untuk beribadah kepada-Nya.
Dan memotivasi saya untuk lebih Mencintai-Nya, selalu bersyukur dan bertaqwa kepada-Nya untuk menjalankan Perintahnya dan menjauhi segala Larangan-Nya mulai dari sekarang dan seterusnya… Aminn…

Anonim Februari 27, 2009 10:13 AM  

Nama : Mona Eliza Verawati
kelas: 2D
NIM : 0701830

Bismillahirrohmanirrahim,

Dengan segenggam iman yang masih bertengger dalam ruh ku,
aku merenung,
lantas berdialog dalam jiwa,
selintas pertanyaan clasik pun datang,
seolah menmgusik nalar ku,
"sungguh apa yang telah aku berikan pada-Mu?"
padahal ku tau,
Engkaulah yang telah menuliskan ketentuan, untuk mengenalkan aku pada dunia.
kau sertakan perjalanan duniaku dengan nikmat dan hikmah
yang tak hingga, tak terakumulasikan nalarku

diberi-Nya aku mata, telinga, hidung bahkan hati,
disertakan-Nya aku waktu,
Ruang,
bahkan Alam
yang tak pernah aku jumpai di toko manapun,
hanya Tuhan yang punya

Namun, aku lupa dalam sadarku
hingga...
mataku rabun,
untuk membedakan hak-Mu,
telinggaku tumpul,
tuk sekedar mendengarkan panggilan ibadah-Mu,
hidungku tak lg peka,
tuk sekedar mencium harum dzat-Mu,
saatku bersujud
sementara hatiku bebal,
untuk mengakui hikmah-Mu,
dan jiwaku rapuh,
untuk menegakkan Dien-Mu,
Tuhan....
masih adakah pengampunan-Mu?

tak ayal aku ingat akan nista yang acapkali kubuat,
tak jarang sesal datang menyesakan dada,
tak satu hari rasa sedih menguasai jiwaku,
tapi aku sadar, sesadar-sadarnyaya,
semua itu hanya terkadang,
dan tak ada pertaubatan nyataku

Kini......
dalam sisa tenaga ruhku,
aku bertekad,
berasa dalam-dalam,
untuk kesekiankalinya
aku katakan......
aku ingim mencintai-Mu,
sebaik aku mencinta,
aku ingin merindukan-Mu,
dengan sedalam aku merindu,
aku ingin mengasihi-Mu,
dengan setulus engakau mengasihiku.....

Tuhan.......
Hujani aku dengan hidayah-Mu,
hingga aku berada dalam barisan abdi-Mu...


Amien........

Anonim Februari 27, 2009 10:45 AM  

NAMA : DESTI SRI MULYAWATI
KELAS: 2D
NIM : 0701796

PERKENANKAN AKU MENCINTAIMU SEMAMPUKU

manusia adalah makhluk fana layaknya dunia ini. setiap apa yang dilakukannya berdasarkan atas apa yang telah dipelajarinya sebagai makhluk hidup. pengetahuan semasa kecil membuatnya mampu untuk menentukan hari esok.

pengaruh-pengaruh lingkungan yang ada mampu untuk merubah jalan hidup manusia.
seiring waktu berjalan, kekhilafan itu pun datang menghampiri layaknya angin yang masuk ke dalam relung-relung tulang rusuk. harapan dan kegelapan seolah menjadi dua hal yang sulit untuk dibedakan hingga kegelapan itu terasa nyata.
terkadang nafsu bisa lebih berkuasa daripada akal yang kita miliki. kehidupan pun menjadi semakin egois untuk sedikit saja melirik pada lingkungan sekitar kita. ilmu yang dimiliki, harta yang diperoleh menjadi jalan keserakahan dan puncak kebakhilan. kita tak pernah perduli terhadap apa yang kita lihat, kita seakan meutup mata akan semuanya.
semua terasa gelap!
tapi secercah cahaya datang, karna Allah tidak akan pernah meninggalkan kita, terkadang besarnya cinta kepada Allah masih bisa di kalahkan oleh cinta kepada dunia. di depan orang mungkin kita dapat mengatakan bahwa kita cinta kepada Allah, tapi sesungguhnya cinta kita masih terlalu tipis untuk diperhitungkan.

cinta yang dimiliki saat ini masih jauh dari sempurna, kita masih sulit untuk sekedar berbagi sedikit saja apa yang kita miliki untuk mereka yang membutuhkan. bagaimanakah caraku untuk mendapatkan cinta-Mu?
apakah dengan shalat, puasa, zakat, atau sebagainya?
sedangkan dalam menjalankan semuanya itt selalu dibayangi oleh bayang-bayang dunia.

semoga dengan sedikit kerendahan hati yang ada, dengan sedikit kasih sayang yang diberikan untuk keluarga serta saudaraku,dengan sedikit ilmu yang ku amalkan aku dapat menggapai cinta-Mu.

Amin...

Anonim Februari 27, 2009 10:59 AM  

Nama :Sarimah
Kelas :2D
Nim :0701817


Assalamualaikum Wr.Wb...

Saya bukanlah orang yang ahli dalam mengomentari sebuah puisi. Namun nmenurut saya puisi yang berjudul "Perkenankan Aku Mencintai-Mu Semampuku" sangat bagus, karena dalam puisi tersebut terkandung makna seseorang yang berusaha mencintai Tuhannya dengan kemampuannya sendiri. Puisi ini memberikan kesadaran pada saya bahwa untuk belajar mencintai Allah SWT harus dimulai dari awal, dan belajar memahami sejauh mana kemampuan yang kita miliki. Karena kita hanyalah manusia biasa yang memiliki keterbatasan,yang terkadang lupa dengan yang maha pencipta dan selalu mengutamakan urusan dunia tanpa bisa mencapai cinta yang hakiki. Dan kita juga bukanlah para Nabi atau para Syuhada yang berkorban dengan penuh kesabaran dan keikhlasan serta memiliki kemampuan yang lebih, dan bisa melewatkan separuh malamnya untuk berkeluh kesah dengan -Nya. Namun melalui sikap tersebut setidaknya kita bisa mengambil hikmah dan manfaat dalam mencintai Allah SWT, meskipun hal itu sulit akan tetapi jika niat yang kita jalankan itu tulus dan ikhlas, insyaallah segala keridhoan yang kita inginkan akan kita dapatkan . Dan untuk belajar mencintai Allah SWT kita harus belajar untuk mencintai diri kita, keluarga dan para sahabat dan kerabat.

Wassalamualaikum Wr.Wb....

Anonim Februari 27, 2009 11:00 AM  

Nama : Winda Resdinadewi
Nim : 0701798
Kelas: 2D

Assalamualaikum wr.wb.

manusia diciptakan oleh Allah semata-mata untuk mengerjakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan menyembah kepada-Nya. kecintaan manusia kepada Allah tidak boleh melebihi kecintaan kita terhadap apapun baik terhadap benda ataupun sesama makhluk Allah. namun dalam kenyataannya, kita sulit untuk mencintai-Nya lebih dari kecintaan kita terhadap apapun.
manusia diciptakan oleh Allah dengan segala kesempurnaannya, namun dibalik itu kita adalah manusia biasa yang mempunyai kekurangan juga. kita belum bisa mencintai Allah secara hakiki. sering terbesit dalam pikiran kita hal-hal yang menyangkut masalah duniawi sehingga kadang kala kecintaan kita kepada duniawi lebih besar daripada kecintaan kita kepada-Nya. oleh karena itu, kita harus bisa mencintai-Nya semampu kita. semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang dicintai dan mencintai Allah. Amin...

Wassalamualaikum wr.wb.

Anonim Februari 27, 2009 11:20 AM  

Nama :Pipit Noviana
Kelas :2D
Nim :0701832


Assalamualaikum Wr. Wb

Saya akan mencoba mengomentari puisi tentang "Perkenankan Aku Mencintai-Mu Semampuku"
kita sebagai manusia biasa memang tidak pernah puas akan kenikmatan yang telah diberikan oleh-Nya. bahkan untuk mencintai Allah pun terkadang kita mengenyampingkannya. bahkan manusia lebih mencintai dan mengutamakan urusan dunia,seharusnya kita sadar bahwa hanya Allahlah yang patut kita cintai lebih dari apapun karena Allah adalah sang Maha Pencipta yang tak akan pernah tidur dan tak akan pula melupakan umat-Nya.
Setelah membaca puisi ini mudah-mudahan kita semua khususnya diri saya pribadi bisa lebih memahami dan mencintai tentang makna cinta yang hakiki yaitu hanyalah kepada Allah semata.
Amiiiin.............

Wassalammualaikum Wr.Wb...

Anonim Februari 27, 2009 11:33 AM  

Nama : Ita Realita.M
NIM : 0701810
Kelas: 2D

Komentar :
Saya sadar betul akan realita kehidupan saya setelah membaca tulisan Bapak. Sedari kecil saya diperkenalakan dengan ilmu agama guna mengenal dan mencintai pencipata saya dan menenanamkan kesadaran saya akan kecintaan saya sebagai ciptaan-Nya.Hafalan-hafalan juz'ama diajarkan, kisah-kisah teladan mulai didengarkan, sholat mulai dipelajari.
Namun seiring dengan waktu, saya bukannya sadar akan kewajiban saya sebagai makhluk, bukannya kecintaan saya terhadap Allah semakin telah justru malah terkikis. Kesibukan-kesibukan dunia bagaikan angin menghempaskan kecintaan saya.
Saya hanya manusia biasa tidak mampu mencintai Allah seperti para nabi,syuhada dab para teladan lainnya yang rela menggadaikan kebahagiannya, kepentingannya demi kecintaan saya kepada Allah, tapi paling tidak bentuk kecintaan saya itu saya wujudkan melalui kemampuan saya yang terbatas, melalui pegorbanan yang kecil.
Pemberian kecil kepada sesama mudah-mudahan bermanfaat bagi saudara saya, sholat saya yang belum khusuk mudah-mudahan dapat merendahkan hati saya di hadapan-Nya, puasa saya yang belum benar mudah-mudahan dapat menguji kesabaran saya dalam mencintai-Nya.
Meski sedikit mudah-mudahan itu tidak menjadi penghalang untuk saya merasakan nikamatnya mencintai dan dikasihi Allah. Amien.

Anonim Februari 27, 2009 11:33 AM  

Nama : Ita Realita.M
NIM : 0701810
Kelas: 2D

Komentar :
Saya sadar betul akan realita kehidupan saya setelah membaca tulisan Bapak. Sedari kecil saya diperkenalakan dengan ilmu agama guna mengenal dan mencintai pencipata saya dan menenanamkan kesadaran saya akan kecintaan saya sebagai ciptaan-Nya.Hafalan-hafalan juz'ama diajarkan, kisah-kisah teladan mulai didengarkan, sholat mulai dipelajari.
Namun seiring dengan waktu, saya bukannya sadar akan kewajiban saya sebagai makhluk, bukannya kecintaan saya terhadap Allah semakin telah justru malah terkikis. Kesibukan-kesibukan dunia bagaikan angin menghempaskan kecintaan saya.
Saya hanya manusia biasa tidak mampu mencintai Allah seperti para nabi,syuhada dab para teladan lainnya yang rela menggadaikan kebahagiannya, kepentingannya demi kecintaan saya kepada Allah, tapi paling tidak bentuk kecintaan saya itu saya wujudkan melalui kemampuan saya yang terbatas, melalui pegorbanan yang kecil.
Pemberian kecil kepada sesama mudah-mudahan bermanfaat bagi saudara saya, sholat saya yang belum khusuk mudah-mudahan dapat merendahkan hati saya di hadapan-Nya, puasa saya yang belum benar mudah-mudahan dapat menguji kesabaran saya dalam mencintai-Nya.
Meski sedikit mudah-mudahan itu tidak menjadi penghalang untuk saya merasakan nikamatnya mencintai dan dikasihi Allah. Amien.

Anonim Februari 27, 2009 11:33 AM  

Nama : Ita Realita.M
NIM : 0701810
Kelas: 2D

Komentar :
Saya sadar betul akan realita kehidupan saya setelah membaca tulisan Bapak. Sedari kecil saya diperkenalakan dengan ilmu agama guna mengenal dan mencintai pencipata saya dan menenanamkan kesadaran saya akan kecintaan saya sebagai ciptaan-Nya.Hafalan-hafalan juz'ama diajarkan, kisah-kisah teladan mulai didengarkan, sholat mulai dipelajari.
Namun seiring dengan waktu, saya bukannya sadar akan kewajiban saya sebagai makhluk, bukannya kecintaan saya terhadap Allah semakin telah justru malah terkikis. Kesibukan-kesibukan dunia bagaikan angin menghempaskan kecintaan saya.
Saya hanya manusia biasa tidak mampu mencintai Allah seperti para nabi,syuhada dab para teladan lainnya yang rela menggadaikan kebahagiannya, kepentingannya demi kecintaan saya kepada Allah, tapi paling tidak bentuk kecintaan saya itu saya wujudkan melalui kemampuan saya yang terbatas, melalui pegorbanan yang kecil.
Pemberian kecil kepada sesama mudah-mudahan bermanfaat bagi saudara saya, sholat saya yang belum khusuk mudah-mudahan dapat merendahkan hati saya di hadapan-Nya, puasa saya yang belum benar mudah-mudahan dapat menguji kesabaran saya dalam mencintai-Nya.
Meski sedikit mudah-mudahan itu tidak menjadi penghalang untuk saya merasakan nikamatnya mencintai dan dikasihi Allah. Amien.

Anonim Februari 27, 2009 11:33 AM  

Nama : Ita Realita.M
NIM : 0701810
Kelas: 2D

Komentar :
Saya sadar betul akan realita kehidupan saya setelah membaca tulisan Bapak. Sedari kecil saya diperkenalakan dengan ilmu agama guna mengenal dan mencintai pencipata saya dan menenanamkan kesadaran saya akan kecintaan saya sebagai ciptaan-Nya.Hafalan-hafalan juz'ama diajarkan, kisah-kisah teladan mulai didengarkan, sholat mulai dipelajari.
Namun seiring dengan waktu, saya bukannya sadar akan kewajiban saya sebagai makhluk, bukannya kecintaan saya terhadap Allah semakin telah justru malah terkikis. Kesibukan-kesibukan dunia bagaikan angin menghempaskan kecintaan saya.
Saya hanya manusia biasa tidak mampu mencintai Allah seperti para nabi,syuhada dab para teladan lainnya yang rela menggadaikan kebahagiannya, kepentingannya demi kecintaan saya kepada Allah, tapi paling tidak bentuk kecintaan saya itu saya wujudkan melalui kemampuan saya yang terbatas, melalui pegorbanan yang kecil.
Pemberian kecil kepada sesama mudah-mudahan bermanfaat bagi saudara saya, sholat saya yang belum khusuk mudah-mudahan dapat merendahkan hati saya di hadapan-Nya, puasa saya yang belum benar mudah-mudahan dapat menguji kesabaran saya dalam mencintai-Nya.
Meski sedikit mudah-mudahan itu tidak menjadi penghalang untuk saya merasakan nikamatnya mencintai dan dikasihi Allah. Amien.

Anonim Februari 27, 2009 3:14 PM  

Nama :Tazkiyatul Muna
Nim :0701795
Kelas :2D

Bismillahirrohmaanirrohiim

Komentar: Cinta adalah sebuah anugerah yang dimiliki oleh setiap insan yang berakal.Yang dapat ditujukan kepada siapapun yang berhak mendapatkannya, Terutama cinta kepada sang pemberi cinta itu sendiri yaitu ALLAH Azza Wajalla.
Mencintai Allah tidak sekedar mengucapkan dengan kata-kata, Namun dengan segala perbuatan dan menancapkannya dalam hati yang kita kenal dengan iman.
Mecintai Allah pun banyak cara yang kita tempuh untuk mangenalNYa, yaitu dengan belajar dan belajar.
YA ALLAH YA KARIIM, Terkadang tanpa kusadari ternyata semakin banyak cinta dan nikmat yang engkau berikan untukku., Namun hari-hariku selalu dipenuhi dengan semakin menjauh darimu. YA ALLAH mungkinkah ucapanku, perbuatanku, hatiku dan segala apa yang ada dalam tubuhku ku berikan untuk mengabdi kepadaMu dan apakah rasa cinta itu mengalir untukMu.Ya ALLAH izinkan aku untuk kembali lebih mencintaiMu dengan semampuku, Meneladani orang yang telah kau utus dengan semampukku dan mengambil pelajaran dari para sahabat-sahabat Nabi, Umat terdahulu dengan semampuku serta mengikuti jejak para syuhada dengan semampuku!.YA ALLAH Walaupun aku tak sanggup mencintiMu seperti cintanya para Nabi kapadaMu, Maka terimalah cinta yang ku berikan dengan semampuku dengan segala keterbatasanku!Amiin
UNTUK PARA PEMBACA!!:
Untuk menggapai cinta Allah banyak hal yang bisa kita berikan dari mulai hal terkecil yang kita tahu dan kita mampu untuk kita berikan kepadaNYa, sebagaimana seperti gambaran yang telah disampaikan oleh Bapak Firman dosen kita lewat tulisannya. Namun yakinlah jika kesabaran kita temui dalam setiap gerak kita untuk mencapai cinta Allah, Maka disitulah kita akan semakin dipertemukan oleh cintaNYa. Ketika kita mendekati ALLAH, Maka ALLAH pun akan semakin dekat dengan kita. Mari kita gapai cintaNYa dengan semampu kita!!Semoga ALLAH akan selalu menjaga IMAN serta rasa cinta kita semua! AMIN YA ALLAH YAA MUJIIBASSAAILIIN.
Walhamdulillahi robbil 'aalamiin.

SERANG, 27 FEBRUARI 09

Anonim Februari 27, 2009 3:17 PM  

Nama : Laela Amaliah
Nim : 0701792
Kelas : 2D

Komentar:
Assalamu'alaikum... Pa !

Sedih sekali setelah membaca puisi/syair "Perkenankan Aku Mencintai-Mu Semampuku" karena dalam mencintai Tuhan Yang Maha Esa yaitu Allah SWT,masih banyak sekali kekurangannya.Dengan membaca puisi tersebut saya jadi termotifasi untuk lebih mencintai Tuhan yang telah menciptakan kita dengan se'sempurna mungkin.Tapi saya sadari bahwa dalam mencintai Tuhan dengan sebenar-benarnya (cinta yang HAKIKI).

Anonim Februari 27, 2009 5:41 PM  

Nama:Siti hayati Nufus
NIM : 0701836
Kelas: 2D

Assalamualaikum...pa!
Pak komentar ini amat menarik untuk dibaca karena puisi ini dapat menuntun kita untuk selalu mencintai Allah dengan sepenuh hati kita. puisi ini memberi pesan agar kita selalu dekat dengan Allah dan dapat meneladani orang yang telah kau utus yaitu Nabi Muhammad SAW. semoga puisi ini dapat bermanfaat untuk semua mahasiswa UPI Kampus Serang. Amin.....!

Anonim Februari 27, 2009 9:15 PM  

Nama : Ratna Sudarwari
Nim : 0701812
Kelas : 2D

Assalamualaikum pa...???

Setelah saya membaca kata demi kata puisi tersebut,saya merasa tersentuh sekali karena puisi ini memberikan kesadaran pada saya bahwa untuk mencintai Allah SWT harus di mulai dari awal dan belajar memahami sejauh mana kita memahami kemampuan diri kita sendiri.karena kita hanyalah manusia biasa yang memiliki keterbatasan.
Kadang kala kita sebagai manusia tidak menyadari begitu banyak nikmat Allah yang telah kita rasakan, tapi kadang kita lupa dan bahkan terlalu sering melupakannya.

Seharusya kita sebagai hambanya harus mensyukuri atas segala yang telah Allah berikan serta menjalankan perintahnya dan menjauhi semua larangannya.
karena sesungguhnya cinta yang hakiki adalah cinta kepada Allah SWT sebagai bentuk penyerahan diri terhadap sang penggenggam hidup.

Wassalamualaikum WR.WB.....

Anonim Maret 02, 2009 9:38 AM  

Nama : Poppy Indrawati Safitri
Kelas : 2D
NIM : 0701802

Assalamu'alaikum....
Dalam puisi tersirat makna yang sangat dalam akan kecintaan seorang hamba kepada Sang Pencipta Alam Semesta.

dari puisi tersebut, saya mendapatkan sebuah pelajaran penting bahwa kita sebagai umatNya, amatlah tidak berharga mengingat segala kekurangan-kekurangan yang kita miliki.

kadang, kitapun melupakan saudara disekeliling kita yang amat membutuhkan uluran tangan kita.
dan dari puisi itu, saya bisa mendapatkan pelajaran bahwa apa yang telah saya lakukan belum apa-apa jika dibandingkan dengan pengorabanan yang telah diberikan oleh para hamba-hamba Allah yang lain, misalnya Umar yang menyerahkan separuh hartanya demi jihad atau Ustman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan Dien-Nya.

sungguh menyentuh,karena saya merasa masih banyak kekurangan dan saya belajar banyak dari bapak.

makasih, pak....

Anonim Maret 02, 2009 9:43 AM  

Nama : Ucu Setiawati
Kelas : 2D
NIM : 0701809

Ass..pak..
Setiap manusia selalu berusaha mengabdikan dirinya untuk mencintai Tuhannnya dengan mengikuti apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang oleh agama dan Tuhannya.

manusia tidak berdaya tanpa adanya ridho Allah Yang Maha Esa. oleh karena itu manusia harus lebih sabar dalam menggapai cinta Allah.

karena pada dasarnya manusia hanya bisa berkeluh kesah....................................

Anonim Maret 02, 2009 10:04 AM  

Nama:susi suciawati
Kelas:2D
NIM:0701799


Ass....Pak...
Setelah saya membaca puisi yang berjudul Perkenankan Aku Mencintai-Mu Semampuku, yang berisikan bahwa dalam penggapaian cinta Allah yang hakiki sangatlah susah,meskipun kita telah berusaha semampu kita maka tidak akan menggapai cinta Allah yang hakiki akan tetapi kita hanya bisa mencitai Allah semampu kita.Tidak seperti para hafidz dan Hafidzah yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta dengan Allah atau kah seperti pembaktian para Nabi kepada Allah yang penuh rintangannya.Dalam puisi ini saya dapat mempelajari bahwa dalam pennggapain cinta Allah yang hakiki sangatlah penuh perjuangan ,maka bari itu sebagai seorang Hamba Allah kita harus berjuang terus tidak ada hentinya dalam pennggapaian cinta Allah yang hakiki.
Terimakasih Pak mungkin cukup sekian komentar saya tentang puisi tersebut.

Anonim Maret 02, 2009 1:01 PM  

Nama:Iis iyem
Kelas:2D
NIM:0701793

Ass......Pak...
Seorang manusia selalu berusaha mengabdikan diri untuk mencintai Tuhannya dengan mencoba mengikuti syariat Islam.Disamping itu manusia juga tak berdaya tanpa ridho dan hidayah yang teruntai dari keikhlasan Tuhan Yang Maha Esa.Tapi seorang manusia tak mampu untuk bersabar dalam cintanya kepada Allah dan hanya berkeluh kesah semata.

Anonim Maret 02, 2009 9:14 PM  

Nama : Nurhadiyyanti
Kelas : 2D
NIM : 0703317


Assalamualaikum Wr. Wb

"Perkenankan Aku Mencintai-Mu Semampuku"

Puisi tersebut menggambarkan seorang muslim yang ingin mencintai Allah, namun muslim tersebut hanya bisa mencintai Allah semampunya. Tidak seperti umat-umat Allah terdahuluNya yang dapat mencintai Allah denngan seluruh apa yang mereka punya dan mampu mengorbankan seluruh harta benda yang mereka miliki. Namun muslim tersebut hanya bisa mencintai Allah semampunya dengan segala kekurangan yang ia miliki untuk menyampaikan rasa cintanya terhadap Allah...

Anonim Maret 03, 2009 9:43 PM  

nama: teti sunarti
kls: 2d
nim: 0701789

asalam mualaikum pak...........
setelah saya membaca puisi tersebut yang ada di benak saya adalah bahwa islam adalah agama yang tidak mempersulit umatnya melainkan sebaliknya,memberikan petunjuk dan kemudahan bagi umatnya.
bahwa untuk mencapai/meraih cinta yang hakiki itu, bagi kita sebagai manusia yang banyak kekurangan di perlukan sebuah ikhtiar dan pengorbanan yang besar.
selain itu bahwa betapa banyak dan luas sekali hal yang dapat kita lakukan sebagai wujud ketakwaan kita kepada allah SWT.

terima kasih pak, mungkin hanya sekian komentardari teti.
wasalam.........

Anonim Maret 04, 2009 4:42 PM  

Nama : Age Aristia Devi
Kelas : 2D
NIM : 0701826

Assalamualaikum...pak

subhanallah puisi tersebut sangat bagus sekali.
di dalamnya berceritakan seseorang yang ingin mencintai Tuhannya, tetapi tidak bisa seperti para Nabi dan Rasulnya yang mencintai Tuhannya sepenuh hati yang menyerahkan separuh hartanya.
sedangkan orang yang ada dipuisi tersebut hanya dapat menyisihkan 100-500 perak dari harta yang dimilikinya untuk orang-orang yang tidak mampu. ia pun hanya dapat membaca satu sampai dua ayat dari surat hafalannya tidak seperti para Nabi yang menghabiskan malamnya untuk beribadah kepada Tuhannya , dan saya pun tidak memungkiri bahwasannya tokoh dalam puisi tersebut banyak terjadi di lingkungan masyarakat.

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP