Surat dari Seorang Ayah


Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah
yang tahu. Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat
seorang laki-laki kepada seorang laki-laki; surat seorang ayah
kepada seorang ayah.


Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti
kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah
karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan
bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.


Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul
dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog
seorang ayah dengan anak-anaknya.


Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit.
Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku,
aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu,
dan makna tugas kebapakanku terhadapmu.
Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah
dan paling aku banggakan di depan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan,
ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini.


Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau
sebagai buah cintaku dan ibumu.
Sebagai bukti, bahwa aku dan ibumu tak lagi
terpisahkan oleh apapun jua.


Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata:
"TIDAK", timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya. Engkau
bukan milikku, atau milik ibumu. Nak, engkau lahir bukan karena
cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Tuhan. Tak ada hakku
menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata
seharusnya hanya untuk Tuhan.


Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya
aku dan siapa engkau. Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi,
kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata dihadapan Tuhan.
Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.


Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada
pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi
keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena Nya, bukan karena
kau dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi
agar engkau dikagumi dan dicintai Tuhan.


Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu
memberi contoh kepadamu dekat dengan Tuhan. Keinginanku harus
lebih dulu sesuai dengan keinginan Tuhan. Agar perjalananmu
mendekati Nya tak lagi terlalu sulit.


Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau
kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggenggam jemarimu
dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapat
kau rasakan perjalanan ruhaniah yang sebenarnya.


Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita
memang tak boleh berhenti. Perjalanan mengenal Tuhan tak kenal
letih dan berhenti, Nak. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku
tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir
putus asa.


Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di
hadapan Tuhan, dan kudapati jarakku amat jauh dari Nya, aku akan
ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia. Tapi, kalau boleh
aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan.
Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa
kita kembalikan kepada pemiliknya.

Dari ayah yang senantiasa merindukanmu.

(disalin dari lembaran da'wah "MISYKAT" No.8)

Komentar

Anonim mengatakan…
Nama : Meta Juwita
Kelas : 2.B
NIM : 0701494

ayah, ayah backbone tuk setiap keluarga.
Salah satu contoh yang jelas adalah kisah Luqman yang memberi nasehat kepada anak-anaknya dengan panggilan penuh kelembutan. Ya bunayya (wahai anakku)…Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS Luqman:13)
Dalam Islam, peran mendidik anak bukanlah mutlak kewajiban ibu semata. Keberhasilan pendidikan anak memerlukan “Kerja sama” yang kompak antara ayah dan ibu. Kalau ayah dan ibu mempunyai “target dan cara” berbeda dalam mendidik anak, tentu anak akan bingung bahkan bisa memanfaatkan orang tua menjadi kambing hitam dalam kesalahan yang dilakukannya. Sebagai contoh, anak yang mencari alasan untuk tidak sholat.
Cara mendidik yang benar adalah dengan menyeimbangkan antara pujian dan hukuman bagi anak. Pujian yang berlebihan akan berakibat sama buruknya dengan hukuman berlebihan karena kedua-duanya akan mengganggu keseimbangan mental anak dan membuatnya gelisah.
hidup ini memang penuh makna dan hidayah ya...
seandainya saja semua sifat-sifat itu ada pada diriku dan seluruh orang-orang yang membaca artikel ini. pasti akulah orang yang paling bersyukur kepadamu wahai Allah Tuhan semesta alam.
Anonim mengatakan…
Nama : Meta Juwita
Kelas : 2.B
NIM : 0701494

ayah, bapak, abi, papah, apapun sebutan itu, anakmu senantiasa mendoakanmu sampai kelak anakmu kembali kepada sang pencipta.
Anonim mengatakan…
Nama : Tuti Alawiyah
Kelas : 2B
NIM : 0701328

Subhanallah.....artikelnya bagus, saya sebagai seorang anak perempuan menjadi terharu, memang menjadi seorang ayah amat mulia perjuangannya juga besar dia banting tulang untuk mencari nafkah menghidupi keluarga. pasti perasaan saya ini dirasakan juga oleh teman-teman yang lain yang membaca artikel ini apalagi yang baca seorang laki-laki. Memang terkadang kita lupa bahwa didunia ini adalah titipan Allah dan semuanya itu akan kembali kepada-Nya termasuk juga anak. Mereka adalah titipan dan kita hanya bertugas menjaga amanah-Nya dan kelak akan dimintai pertanggung jawabannya. Bisa dilihat pada Q.S Al-luqman saya lupa dengan ayatnya disitu tertera nasehat seorang lukman kepada anaknya diantaranya agar anak tidak mempersekutukan Allah. "Ya Allah mudah-mudahan Engkau mengampuni dosa kedua orang tuaku dan memberikan kesabaran dalam mendidikku". amin
to ayah:"Wahai ayah doakan anakmu agar selalu tetap berpegang teguh pada ajaran Allah dan menjadi anak yang sholehaah". karena sesungguhnya Ada 3 hal yang tidak akan pernah putus yaitu amal jariyah, doa anak yang sholeh dan ilmu yang bermanfaat. Mudah-mudahan saya dan teman-teman yang membaca artikel ini kelak menjadi anak yang sholeh dan sholehah.Amin ya Robbal A'lamin
Anonim mengatakan…
Nama:AHLANI
kls :2B
Nim :0701655


Astagfirullah.Ya Allah ampuni segala dosa yang telah aku perbuat dan ridoilah apa yang aku rencanakan.
subhanallah.....artikel ini sungguh luar biasa,setelah saya membaca judul di atas yaitu 'surat dari seorang ayah'di situ saya dapat memahami bahwa tugas sebagai seorang ayah sangatlah berat dan sulit,akan tetapi menjadi ayah itu indah dan mulia,sebab menjadi seorang ayah itu kita tidak hanya berkewajiban memberikan materi dan kasih sayang saja akan tetapi sebagai seorang ayah juga berkewajiban untuk memberikan pendidikan dan mengarahkan kepada kebaikan dunia dan akhirat,
karena anak adalah sebuah titipantuhan yang harus di bimbing Nama:AHLANI
kls supaya dia bisa berbakti terutama pada sang pencipta(Allah SWT) dan kedua orang tuanya.
karena seorang ayah adalah panutan atau tauladan anaknya,sebab baik buruknya anak tergantung pada aa yang di contohkan oleh orang tuanya,
supaya nanti dia bisa mengetahui akan jati dirinya sebagai seorang mahluk ciptaan Allah SWT, yang bakal kembali kepadanya,
Anonim mengatakan…
Nama ;Eska haqiqi
Kls ;2b
nim ;0701466

artikel yang berjudul surat dari seorang ayah bacaan tadi saya dapat menyimpulkan bahwa tugas orang tua itu sangatlah berat,
karena sebagai orang tua itu tidak hanya berkewajiban memberikan segelincir harta kepadaa anaknya melainkan memberikan pendidikan dan ilmu pengetahuan sebagai hidupnya kelak,karena baik buruknya anak tergantung pada apa yang di ajarkan orang tua tehadap anak,
seperti ada ungkapan islam sejujurnya anak itu bagaimana orang tuanya,maka dari itu kita calon ataupun yang sudah menjadi orang tua ajarkan kepada anak kita kelak menjadi anak yang soleh anak yang berbakti kepada Allah SWT,dan berbakti kepada kedua orang tua.agar nanti anaknya tidak menjadi anak yang bersekutu terhadap tuhannyayang telah menciptakan dan yang telah memberi ia kehidupan.
dengan begitu anak yang telah diamanatkan kepada kita oleh Allah SWT meski kita jaga dan pelihara dengan penuh kasih sayang agar tidak lepas dan terjerumus kedalam murka Allah SWT.
Anonim mengatakan…
Nama ;Ade subandimenurut saya
kls ;2b
Nim ;0701

dari judul surat dari seorang ayah itu menyampaikan bahwa menjadi seoranga ayah itu sangatlah sukar sebab dalam mengurus anak itu yidaklah dengan cara yang sepele dalam mengajar dan mendidiknya tapi harus dengan rasa yang penuh cinta dan kasih sayang dari seorang ayah.
adapun kesukaran dari seorang ayah itu adalah untuk merelakan anaknya untuk mengabdi kepada tuhanya sebab anak itu adalah sebuah titipan dari sang pencipta, untuk membentuk anak yang harus mengabdi kepada tuhan itu sangat sukar sebab seorang ayah iyu harus menjadi contoh yang baik sebab banyak anak yang mencontoh kelakuan ayahnya di dalam kehidupan di dunia inijuga banyak anak yang kelakuanya baik di banding ayahnya dan ada pula anak yang kelakuanya tidak baik di bandinga ayahnya.
jadi seorang guru maupun calon guru kita harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anak didik kita.
Anonim mengatakan…
Nama : Siti Sutriana
Nim : 0701343
Kelas: 2B

Artikel yang berjudul "Surat dari Seorang Ayah" menurut saya menggambarkan sebuah kenyataan siapakah manusia itu sebenarnya. Dalam surat ini menjelaskan bahwa manusia menganggap dirinya memiliki hak atas anaknya (bapak.red).Bahkan jauh sebelum anak itu lahir, seorang merasa itu adalah hasil cinta kasih mereka.Tapi pelajaran yang dapat saya petik disini adalah "anak adalah titipan Allah SWT bagi orang-orang yang dikehendaki".Selain itu, orang tua berkewajiban mengarahkan, mendidik, membimbing, dan mengenalkan diri mereka untuk lebih tahu siapa dirinya. Yakni makhluk Allah yang wajib beribadah terhadap Illahi Robbi(Q.S 2:21, Q.S 114:1-6)dan menjauhkan dirinya dari mempersekutukan Allah karena itu akan mematikan ruhiyah seorang dan termasuk dosa besar tanpa ampunan (Q.S 4:48).namun sebelum seorang (ayah.red) membimbing anak2nya, mereka terlebih dahulu harus memberikan contoh yang benar sesuai dengan apa yang akan disampaikan.Sehingga tidak ada ucapan "NO ACTION TALK ONLY", anak akan percaya jika orang tuanya menyuruh sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.Disini juga tersirat makna, bahwa manusia hanya bisa mendidik dan mengarahkan tanpa bisa menghindarkan/menolong dari segala aral rintang yang menghadang,pertolongan hanya datang dari Allah SWT.Dan yang paling penting bahwa kelak kita akan dikumpulkan untuk dimintai pertanggungjawaban masing2.
Adapun masalah hasil dari amalan ibadah seorang itu tidak terpaut hubungan ayah dan anak, tapi seberapa besar amalan ibadah yang telah dilakukan didunia.(Q.S 99:6-8)
Wallahualam Bishawab. Semoga kita sebagai calon orang tua,kelak bisa membawa keluarga kita masing 2 berjalan pada jalan yang diRidhoi Allah sehingga kelak jika kita dikumpulkan dihari pertanggungjawaban (Padang Mahsyar) bisa sama-sama dekat diSisi Allah SWT.Amien Ya Robbal 'Alamiin.
Anonim mengatakan…
Nama : Amalia Wakhyu Ismawati
NIM : 0701363
KELAS : 2B

Subhanalloh... artikel yang sungguh menguatkan saya betapa besar kasih sayang ayah kepada anak-anaknya. Segala puji bagiMu ya ALLOH.. yang telah ciptakan aku dari keadaan semula hina (berasal dari tanah kemudian berupa setetes air mani)(Al Mu'minun :12-13), hingga menjadikan aku sebaik-baiknya bentuk.. (At Tin :4). dan Engkau anugrahkan aku seorang yang begitu mulia bagiku, dia yang berjiwa besar, kuat dan tangguh, seorang yang menjadi suri tauladan bagiku...Ayah.
Dalam artikel ini banyak banyak poin berharga yang bisa saya petik,
yang pertama, bahwa menjadi Ayah bukanlah perkara yang mudah melainkan teramat sulit namun Mulia dihadapan Sang Kholiq. kedua, bahwa kesabaran orang tua (dlam hal ini ayah) dalam mendidik ank-anaknya tidaklah kecil, walaupun sering kali kata ahh.. ih.. enggak mau.. dll sering muncul dari ucapan anak-anaknya, ayah tetap sabar dan menikapinya dengan bijak dan berharap kata-kata itu tidak lagi terucap dari lisan putra-putrinya. Ketiga, bahwa tugas seorang ayah ialah menjadikan anak-anaknya menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Alloh SWT, menjadi hamba yang di cintai, di sayangi dan di muliakan oleh Alloh SWT. kemudian pada paragraf terakhir mengungkap pengorbanan seorang ayah yang terkadang tidak di ketahui oleh anak-anaknya, yaitu kerelaannya dalam memberikan seluruh kebahagiaannya demi kebahagiaan anak-anaknya.
Alhamdulillahi Jazza Kallohu Khoiron Ayah.. untuk semua.. semua..yang engkau berikan padaku. besemoga Alloh Paring bagimu kesehatan, kebahagiaan dan derajat yang mulia di sisi Alloh.. Aaamiin.. salam Sayang dari putrimu.
Anonim mengatakan…
NAMA : SEHABUDIN
KELAS : 2 B
NIM : 0701677

Setelah saya membaca artikel yang berjudul "surat dari seorang ayah" yang diperoleh dari lembaran da'wah "MISYKAT" NO.8 dapat saya simpulkan bahwasannya artikel tersebut menjelaskan tentang begitu beratnya tanggung jawab seorang ayah kepada anaknya untuk senantiasa menjaga,merawat,serta mendidiknya. seorang ayah rela mengorbankan tenaga, pikiran, waktu,harta bahkan jiwanya untuk anaknya, dengan harapan mudah-mudahan anaknya menjadi anak yang soleh yang berbakti terhadap Allah SWT, rasul, orangtuanya, guru, masyarakat, bangsa dan negara serta agama.
Pengorbanan yang dlakukan oleh seorang ayah semata-mata ikhlas karena Allah SWT. Setiap orangtua memiliki harapan yang besar terhadap anak-anaknya supaya tercapai keberhasilan, baik di dunia maupun di akhirat. Tidak ada keluh kesah ataupun penyesalan dalam berkorban demi anaknya, dan seorang ayah mencintai anaknya dengan penuh kasih sayang yang tak terbatas.Karena pada dasarnya, seorang anak merupakan amanat dari Allah SWT yang harus senantiasa dijaga dengan sebaik-baiknya. Setiap amanat akan dimintakan pertanggungjawabannya dihadapan Allah SWT.
Tetapi,seorang ayah dalam upaya mendekatkan dirinya dan anaknya kepada Allah SWT tidak semudah dengan apa yang dibayangkan, karena banyak sekali cobaan dan ujian yang akan menimpa. Ujian dan cobaan yang menimpa tersebut harus dilalui dengan sabar dan juga bertawakkal kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita semua senantiasa diberikan kesabaran serta keikhlasan dalam rangka beribadah kepada Allah SWT, Amin.
Anonim mengatakan…
NAMA : SEHABUDIN
KELAS : 2 B
NIM : 0701677

Setelah saya membaca artikel yang berjudul "surat dari seorang ayah" yang diperoleh dari lembaran da'wah "MISYKAT" NO.8 dapat saya simpulkan bahwasannya artikel tersebut menjelaskan tentang begitu beratnya tanggung jawab seorang ayah kepada anaknya untuk senantiasa menjaga,merawat,serta mendidiknya. seorang ayah rela mengorbankan tenaga, pikiran, waktu,harta bahkan jiwanya untuk anaknya, dengan harapan mudah-mudahan anaknya menjadi anak yang soleh yang berbakti terhadap Allah SWT, rasul, orangtuanya, guru, masyarakat, bangsa dan negara serta agama.
Pengorbanan yang dlakukan oleh seorang ayah semata-mata ikhlas karena Allah SWT. Setiap orangtua memiliki harapan yang besar terhadap anak-anaknya supaya tercapai keberhasilan, baik di dunia maupun di akhirat. Tidak ada keluh kesah ataupun penyesalan dalam berkorban demi anaknya, dan seorang ayah mencintai anaknya dengan penuh kasih sayang yang tak terbatas.Karena pada dasarnya, seorang anak merupakan amanat dari Allah SWT yang harus senantiasa dijaga dengan sebaik-baiknya. Setiap amanat akan dimintakan pertanggungjawabannya dihadapan Allah SWT.
Tetapi,seorang ayah dalam upaya mendekatkan dirinya dan anaknya kepada Allah SWT tidak semudah dengan apa yang dibayangkan, karena banyak sekali cobaan dan ujian yang akan menimpa. Ujian dan cobaan yang menimpa tersebut harus dilalui dengan sabar dan juga bertawakkal kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita semua senantiasa diberikan kesabaran serta keikhlasan dalam rangka beribadah kepada Allah SWT, Amin.
Anonim mengatakan…
Nama :Ristawati
NIM :0701520
Kelas :2B

Subhanallah ya. Artikel ini sangat bagus dan dapat menggugah hati para pembacanya,terutama saya.
Setelah membaca artikel ini, saya menyadari bahwa betapa beratnya tugas dan tanggung jawab seorang Ayah.
Terutama tanggung jawabnya dalam mendidik anaknya.
Dalam artikel ini, dijelaskan bahwa Ayah merupakan suri teladan bagi keluarganya. Seorang Ayah harus memberikan contoh yang baik bagi anggota keluarganya. Dengan tujuan agar nanti anaknya menjadi anak yang berguna bagi agama dan negara.
Hal yang paling membahagiakan bagi seorang Ayah adalah melihat anaknya menjadi seorang yang bertaqwa kepada Tuhan-Nya.
Dan, setelah saya membaca artikel ini, akhirnya saya menyadari bahwa yang dilakukan Ayah saya selama ini yaitu untuk membahagiakan keluarga dan mendidik anaknya menjadi anak yang taat pada agama. Amiin.
Saya sebagai anaknya akan selalu membahagiakan beliau karena pengorbanan beliau selama ini sangat penuh cobaan. Dan saya janji tidak akan menyakitinya. Ayah sangat menyayangimu.
Anonim mengatakan…
Nama :Muniroh Serliyana
NIM :0701324
Kelas :2B

Subhaanallah, segala puji bagi Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya dengan sempurna dibandingkan dengan makhluk lain. setelah membaca artikel di atas, saya merasa sangat terharu, bahwa sanya tugas seorang ayah terhadap anaknya itu sangatlah berat, karena anak merupakan titipan dari Allah yang harus dirawat, dididik, untuk menjadi anak yang sholeh yang bertaqwa kepada Allah SWT. ayah adalah orang yang pertama kali yang menjadi panutan atau contoh bagi anak. apabila ayah memberikan contoh yang baik, maka si anak juga akan bersikap seperti ayahnya. begitu pula dengan urusan agama, yang merupakan tanggung jawab ayah kepada anaknya, supaya anaknya kelak berada dalam jalan yang selalu diridhoi Illahi Rabbi. Amien. pengorbanan seorang ayah dalam mendekatkan anaknya kepada Allah SWT. tidak semudah membalikkan telapak tangan, butuh perjuangan ekstra dan keikhlasan serta kesabaran yang luar biasa untuk mencapai semua itu. semoga ayah selalu diberikan kesabaran dalam merawat dan mendidik anak, agar bahagia di dunia maupun di akhirat. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan kesabaran serta keikhlasan dalam menghadapi ujian yang kita terima. dibawah ini aku tuliskan sebuah puisi untukmu ayah...

Ayah engkau bagaikan matahari
yang tak pernah lelah menyinari bumi dengan sinarmu. seperti itulah kasih sayangmu kepadaku, tidak pernah padam walau diterpa angin badai..
Kasih sayangmu bagaikan sungai yang mengalir yang tidak pernah surut.


Ayah perjuanganmu dalam mendidik anak begitu berat
mungkin seorang anak tak mampu membalas semua perjuangan ayah
seorang anak hanya mampu mendo'akan agar ayah tak pernah lelah untuk mendidik dan menyayangi seorang anak, dan semoga ayah selalu berada dalam lindungan Allah, agar perjuanganmu tidak pernah sia-sia, dan aku yakin Allah selalu menyayangimu dan memberimu kesehatan jasmani dan rohani. Amien.
"Allahummagfirly waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaany shagiiran". Amien.
Anonim mengatakan…
nama :gusniawati
kelas:2b
smt :4

subhanallah....perjuangan seorang ayah untuk anaknya begitu besar sehingga seorang ayah rela membanting tulang demi menghidupi keluarganya.
akan tetapi perjuangan seorang ayah untuk anaknya tercinta bukan berarti seorang ayah berhak atas kendali anak tersebut, karena sesungguhnya seorang anak yang diberikan kepada kita merupakan titipan dari Allah, alangkah lebih bijaknya nika seorang ayah memberi bekal pada anaknya tentang siapa yang memilikinya,yang menciptakan nya,tentunya hal ini tidak semudah seperti yang di katakan, karena mau tidak mau seorang ayah haruslah menjadi teladan bagi anaknya,sehingga anaknya ketika kembali pada penciptanya mendapatkan kebahagiaan.
Anonim mengatakan…
Nama :Tia Nurul Khotimah
NIM :0701629
Kelas :2B

Alhamdulillah, setelah saya membaca artikel yang berjudul "Surat Dari Seorang Ayah", pikiran saya dan perasaan saya menjadi semakin terbuka tentang bagaimana jihad seorang ayah dalam mendidik anaknya. walaupun selama ini saya tahu perjuangan ayah yang saya rasakan begitu berat dan penuh dengan cobaan. saya pun merasa selama ini saya sangat telah merepotkan beliau. saya sadar pengorbanan dan perjuangan seorang ayah itu tidak akan pernah bisa tergantikan dan terbalaskan.
Bagi saya ayah itu merupakan pahlawan tanpa tanda jasa.ayah selalu berusaha untuk mendidik dan membesarkan putra putrinya dengan penuh kasih sayang dan penuh pengorbanan, baik materi maupun moral. seorang ayah berharap anaknya nanti akan menjadi seorang individu yang bisa mengerti tentang hakikat manusia, yaitu tiada lain manusia diciptakan oleh Allah Swt. adalah hanya untuk beribadah kepada-Nya. dengan harapan itu seorang ayah berusaha mendidik anaknya dengan pendidikan agama Islam agar anaknya bisa hidup bahagia di dunia dan akhirat. karena pada intinya semua orang menginginkan hidup yang bahagia. namun ketika anaknya beranjak dewasa, dan anaknya memilih jalanya sendiri, sang ayah sadar bahwa anak adalah titipan dari penciptanya. hal itu sangat luar biasa menurut saya, karena dari situ dapat dilihat bahwa ayah itu sangat ikhlas dalam merawat dan mendidik anaknya. Subhanallah.
bagiku ayahku adalah seorang yang tidak banyak bicara tapi banyak bertindak. ayahku adalah panutan bagiku karena aku sangat mengagumimu dan menyayangimu. walaupun kadang terasa sangat sakit ketika kau marah padaku, tetapi ku sadar bahwa tindakanku memang salah, aku memang tidak berani menghadapi dunia. tapi berkat dirimu aku belajar untuk tangguh dalam menghadapi hidup. ayah selalu memberikan motivasi bagiku dalam menghadapi ujian. aku berdo'a semoga ayah selalu mendapatkan rahmat dai Allah dan senantiasa mendapatkan lindungan dan hidayahnya serta kesabaran dalam menjalani kehidupan ini.Amin ya Rabbal'alamin.
Anonim mengatakan…
nama : gusniawati
kelas: 2b
NIM :0701467
subhanallah....perjuangan seorang ayah untuk anaknya begitu besar sehingga seorang ayah rela membanting tulang demi menghidupi keluarganya.
akan tetapi perjuangan seorang ayah untuk anaknya tercinta bukan berarti seorang ayah berhak atas kendali anak tersebut, karena sesungguhnya seorang anak yang diberikan kepada kita merupakan titipan dari Allah, alangkah lebih bijaknya nika seorang ayah memberi bekal pada anaknya tentang siapa yang memilikinya,yang menciptakan nya,tentunya hal ini tidak semudah seperti yang di katakan, karena mau tidak mau seorang ayah haruslah menjadi teladan bagi anaknya,sehingga anaknya ketika kembali pada penciptanya mendapatkan kebahagiaan.
Anonim mengatakan…
NAMA :WILDA JUWITA PUTRI
KELAS:2B
NIM :0701354


Setelah saya membaca artikel yang berjudul "SURAT DARI SEORANG AYAH".Menurut saya tugas dan tangungjawab seorang ayah yang sangat sulit untuk mendidik anaknya,tetapi karena rasa kecintaan dan kasih sayang yang dimiliki oleh seorang ayah untuk mendidik anaknya dan ia pun memiliki harapan yang begitu besar kepada anaknya,agar anaknya menjadi seorang anak yang berbakti kepada sang pencipta dan berbakti kepada orangtua dan taat menjalankan perintah ALLAH SWT. Walaupun kecintaan seorang ayah itu sangat besar tetapi ia menyadari bahwa semuanya itu adalah milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya. maka orangtua harus memberikan contoh yang baik kepada anaknya agar anaknya lebih mendekatkan diri kepada ALLAH SWT,sebagai seorang ayah menginginkan agar anaknya selalu mencari ilmu untuk bekal didunia dan di akhirat dan menjalankan perintah ALLAH SWT,orangtua juga mengharapkan agar kelak nanti anaknya bisa bahagiadekat dengannya yaitu surga.
Untuk itu kita sebagai seorang anak harus berbakti kepada kedua orangtua kita,karena pengorbanan mereka sangat besar untuk mendidik dan membesarkan kita, agar kita selalu berada didekat-Nya yaitu ALLAH SWT.
Anonim mengatakan…
NAMA :TIYA CINTIANI
KELAS:2B
NIM :0701337


Setelah saya membaca artikel yang berjudul "SURAT DARI SEORANG AYAH". Ayah adalah sebutan untuk seorang laki-laki, ia adalah sosok seorang laki-laki sebagai imam,pemimpin,tulang punggung keluarga. Ayah adalah orang yang selalu jadi panutan anak-anaknya. sungguh berat tanggungjawabnya di dunia untuk menghidupi keluarganya mencari nafkah demi mendapatkan sesuap nasi. pekerjaan apapun dilakukannya,tak ada waktu yang terlewatkan dari pagi sampai petang hanya untuk memenuhi kewajibanmu sebagai tulang punggung keluarga.tak ada kata lelah,letih, capek dan putus asa yang keluar dari mulutnya. aku tau engkau sangat berat melakukan semua ini tapi engkau tetap tersenyum di hadapan keluargamu. engkaupun tahu tugas seorang ayah adalah mencari nafkah untuk keluarga, tapi ketauhilah wahai ayah disamping kewajibanmu mencari rizki tapi anak-anakmu butuh kasih sayang dari seorang ayah selain dari ibu mereka.mungkin itu semua tak dapat kau lakukan karena tak ada waktu untuk memberikan semua itu. pengorbananmu sungguh berat engkau adalah cahaya kehidupan bagi keluarga. setiap tetes cucuran keringat yang keluar dari tubuhmu itu semua merupakan usaha dan harapan untuk keluarga. ayah aku selalu berdoa dan terus berdoa mudah-mudahan engkau selalu diberikan kesehatan dan selalu berada dijalannya dan apapun yang engkau lakukan semata-mata hanya untuk mendapatkan ridhanya. mudah-mudahan ALLAH SWT membalas semua kebaikanmu di akhirat kelak. saya berpesan kepada teman-teman hormatilah dan sayangilah kedua orangtua kalian selama mereka masih ada di dunia ini sebelum mereka di panggil oleh yang maha kuasa.
Anonim mengatakan…
Nama: Yanti Susilawati
NIM: 0701326
Kelas: 2B
Subhanallah... setelah saya membaca artikel yang berjudul surat dari seorang ayah dapat saya simpulkan bahwa:
anak adalah amanah yang dititipkan oleh Allah SWT kepada sepasang suami istri dan wajib bagi mereka untuk menjaga, merawat serta mendidiknya hingga kelak dewasa nanti.
peran mendidik anak bukanlah mutlak kewajiban seorang ibu, tetapi juga kewajiban seorang ayah hal ini seperti yang tertera dalam al-quran surat luqman ayat 13 yang artinya "hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah banar-benar kezaliman yang besar"
dalam surat tersebut telah jelas bahwa seyogyanya anak haruslah dibimbing sejak dini untuk mengenal dan mencintai tuhannya.
Anonim mengatakan…
NAMA :ERNA SUTIARSIH
KELAS:2B
NIM :0701607


ASSALAMU'ALAIKUM..
Setelah saya membaca artikel "SURAT DARI SEORANG AYAH" saya dapat menyimpulkan bahwa peranan seorang ayah sangat besar dan penting dalam tugas perkembangan anak,karena ayah merupakan sosok yang bisa menjadi tauladan terutama dalam pembentukan karakter anak.Anak merupakan suatu amanah dari Allah SWT. oleh karena itu ayah memiliki tugas untuk mendidik anak dengan baik,mendekatkan seorang anak kepada Tuhannya,menanamkan moral spiritual pada anak agar anak tidak tunmbuh menjadi individu yang melanggar norma,menanamkan pemahaman agar tidak mempersekutukan Allah dengan apapun,menanamkan kepada anak untuksenantiasa bersyukur kepada Allah atas kerunia yang telah di berikanNya.
"setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah,ibu dan bapaknyalah yang menjadikannya yahudi,nasrani dan majusi(H.R.Al-BUKHARI).Didalam al-quran juga banyak menjelaskan bagaimana besarnya peran ayah,yaitu salah satunya kisah Lukman..
Anonim mengatakan…
Nama : Uni Farhah
Nim : 0701351
Kelas : 2B

Menurut saya, surat ini memberikan pelajaran yang sangat besar bagi seorang anak akan pengorbanan seorang ayah yang begitu besar dalam mendidik anaknya agar menjadi anak yang berbakti dan menjadi anak yang sesuai dengan keinginan pemiliknya. Dalam surat ini digambarkan begitu senang dan bangganya seorang ayah ketika mendapatkan anak, meskipun anak tersebut hanyalah titipan Allah yang bersifat sementara. Dia begiru sabar mendidik anaknya, meskipun ia menyadari bahwa anaknya bukan miliknya melainkan milik Allah SWT.
Dalam surat ini juga ayah memberikan contoh dan nasehat bagaiman berikap menjadi seorang yang baikitu, agar anaknya kelak dapat menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya. Ia juga menyadari bahwa anak itu hanya titipan dari Allah yang hanya bersifat sementara, dan harus dikembalikan pada pemiliknya sesuai dengan keinginan pemiliknya. Dlam surat ini juga digambarkan bahwa seorang ayah itu rela melakukan apa saja demi anaknya, agar anaknya menjadi orang yang berbakti padanya dan pada Allah SWT. Sampai-sampai ia rela jauh dari Allah ketika kelak di hari akhir nanti, asalkan anaknya bisa dekat dengan Allah SWT.
Betapa besar pengorbanan seorang ayah demi anknya, tidak kalah dengan pengorbanan seorang ibu bagi anknya. Surat ini memberi pelajaran kepada anak agar anak bisa menghormati ayah yang telah banyak berkorban demi anaknya, tanpa memikirkan dirinya sendiri.
Anonim mengatakan…
Nama : Erna Silviana
Kelas: 2B
NIM : 0701591

Subhanallah..dari surat ini saya melihat betapa besarnya cinta seorang ayah untuk anaknya, kecemasannya, saat menanti anak itu terlahir ke dunia.
betapa besar cinta itu, hingga sang ayah menganggap bahwa anak adalah miliknya. tapi, ketika tersadar bahwa anak bukanlah miliknya, betapa sedih dirinya, tapi keihlasan yang dimiliki sang ayah membuatnya sadar dan ingin membuat anaknya, agar bisa dekat dan di cintai oleh tuhan. dan karna itu janganlah sampai kita durhaka kepada orang tua, karna kasih mereka sangatlah besar untuk kita.
Tapi sebesar apa pun kasih yang dimiliki oleh ayah untuk anaknya, ataupun anak untuk ayahnya, tapi tidak lah lebih besar dari rasa cinta kepada tuhan. karna sesungguhnya apa yang kita miliki saat ini hanyalah sebuah titipan, semuanya berasal dari tuhan dan akan kembali kepadanya.
Anonim mengatakan…
Ayah, dia berjuang untuk anak-anaknya.Berusaha untuk selalu bisa memberi nafkah,tanpa mengenal letih seorang ayah ikhlas menjaga,mendidik dengan penuh kasih sayang.Ayah tidak mengharapkan apapun dari anaknya,semata-mata apapun yang dilakukannya agar anaknya bahagia.
Bagaimanapun seorang ayah menjaga anaknya dengan tulus,agar menjadi manusia yang berguna kelak.Tanpa mengenal waktu,lelah,letih ayah selalu berusaha untuk bisa memahagiakan anaknya,kadang harus bekerja diatas terik matahari ,hujan membasahi tubuhnya.bercucur air mata.Dia bekerja dengan penuh semangat.Karena, anak adalah titipan dari yang maha Kuasa.
Dengan penuh kesabaran ayah selalu memaafkan kesalahan anaknya,sungguh hati seorang ayah sangat "Mulia" didalam hati kecil anak manapun pasti "BANGGA"kepada ayahnya,kagum pada ayahnya,Aku sayang ayahku..


Nama : Leni Oktavia
NIM : 0701646
Kelas: 2B
Anonim mengatakan…
nama :fitri nurhasanah
kelas : 2.B
NIM : 0701512

Dari surat ini, saya membaca karakter seorang ayah yang sangat mencintai anaknya. Tetapi, sang ayah sadar bahwa dia harus lebih mencintai Allah dibandingkan anaknya. Alangkah mulianya kedudukan seorang ayah karena beliau adalah seorang pemimpin dalam keluarga. Ayah adalah contoh bagi anak lelaki. seorang ayah akan memberikan contoh akhlakul karimah untuk sang anak agar kelak besar nanti dapat menjadi anak yang soleh dihadapan Allah SWT. Seorang ayah rela berkorban untuk keluarganya. Dari cerita ini mengingatkan saya kepada cerita Nabi Ibrahim as yang rela mengorbankan anaknya demi ketaatannya kepada Allah SWT. Keinginan ayahnya adalah hanya ingin anaknya selalu dapat dekat dan ingat kepada sang Kholiq.
Di dalam surat ayah kepada anaknya tersebut telah menggambarkan betapa besarnya keinginan ayahnya untuk menjadikan seorang anak yang selalu taat dan cinta kepada Allah SWT. Seorang ayah rela dan ikhlas bila tidak dekat dengan Yang Maha Kuasa asalkan melihat anaknya selalu dekat dengan-Nya. Walaupun sang ayah ingin ada bersama anaknya ketika di akhirat kelak. Seorang ayah akan akan bangga dan bahagia bila titipan dari-Nya dapat kembali kepada-Nya.
Anonim mengatakan…
Nama : Rinda Ernawati
NIM : 0701589
Kelas : 2B

Setelah puisi di atas saya baca saya dapat menyimpulkan betapa bahagianya bila seorang ayah yang bisa membahagiakan anak-anaknya. Tugas seorang ayah sangat berat yaitu harus bisa menafkahi keluarganya bahkan seorng ibu yang melahirkan anak mulai dari kandungannya maka anak harus lebih baik kepada kedua orang tuanya.Terimakasih....
wassalam......
Anonim mengatakan…
Nama: Sri Nurmiati
NIM: 0701634
Kelas: 2B

Setelah saya membaca "Surat Dari Seorang Ayah" menurut saya:
Ayah adalah seorang laki-laki yang menjadi pemimpin di dalam keluarganya. Ayah yang mengajarkan anaknya untuk berbuat baik. Tanggung jawab seorang ayah sangat berat, sehingga ayah berusaha mengajarkan anaknya dengan mengenalkan ajaran agama islam dan mengenal Tuhan-Nya, yaitu Allah. Seorang ayah yang gigih, kuat dan sabar menghadapi segala cobaan. Seorang ayah mengiginkan anaknya menjadi anak yang shaleh dan ayahpun tidak ingin anaknya terjerumus didalam kesesatan dalam hidupnya. Seorang ayah sangat sayang kepada anaknya, ayah selalu mendoakan anaknya dan meminta petunjuk kepada Allah, agar anaknya di berikan kesehatan dan keselamatan dunia-akhirat. Agar seorang anak dapat menjalani hidup dengan hati yang ikhlas, karena Allah.
Ayah bersyukur, telah diberikan anugerah dan titipan dari Allah yaitu seorang anak. Menjadi seorang ayah tugasnya sangat berat dan besar tanggung jawabnya, terhadap keluarganya dan menjadi ayah sangat mulia. Kasih sayang seorang ayah, kepada anaknya tidak bisa di ukur. Ayah bertanggung jawab kepada keluarganya yang memimpin keluarga, menjadi imam di dalam keluarganya dan memberi nafkah lahir bathin kepada keluarganya. Ayah harus memberikan contoh suri tauladan yang baik di dalam keluarga dan mengajarkan ajaran islam. Seperti mengajarkan shalat, mengaji, puasa, dan beramal shadaqoh. Ayah selalu berharap anaknya menjadi anak yang sholeh dan ayah berharap ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Tuhan, ayah dapat melihat anaknya bersama kembali. Jika amal perbuatan didunia yang baik.
Pegorbanan seorang ayah, selalu bekerja keras untuk menafkahi keluarganya. Ayah selalu menasehati, agar anaknya selalu berbuat baik, berakhlak yang baik, berkata jujur, hormat pada orang tua, menjaga sopan santun di dalam masyarakat. Ayah mengharapkan anaknya menjadi anak yang shaleh dan taat pada perintah Allah swt.
"Doa untuk ayah" Aku berharap agar ayah di berikan kesehatan dan keselamatan dunia-akhirat, di ampuni segala kesalahannya dan selalu diberi kesabaran dalam hidupnya.
Semoga perjuangan ayah, serta pengorbanan mu, mendapat balasan dari Allah SWT. Amin.
Anonim mengatakan…
Nama :Aan Holisoh
Nim :0701332
Kelas :2B

Assalamualaikum...

Ayah merupakan imam dalam keluarga, yang perannya sebagai contoh atau panutan untuk istri dan anaknya.
seorang Ayah diberikan tanggung jawab untuk mendidik anaknya yang merupakan tugas paling berat, apalagi dengan tujuannya agar anak tersebut dikagumi dan dicintai oleh penciptanya yaitu Allah SWT.
Tetapi dengan rasa cinta dan kasih sayang seorang ayah dalam mendidik anaknya berharap agar anak tersebut menjadi anak yang shaleh dan dicintai penciptanya,seorang ayah dalam mencintai anaknya tanpa mengharapkan imbalan apapun. anak yang saleh yang dicintai penciptaNya dan jika dekat denganNya diakhirat nanti,akan membawa kedua orangtuanya untuk memudahkan kejalan surga.
semoga kita temasuk anak yang bisa menjadi harapan orangtua,amin...

Wassalamualaikum..
Anonim mengatakan…
Nama : Popon Mastari
NIM : 0701642
Kelas : 2B

Bismillah

Tugas seorang ayah memang mulia,namun kemuliaan tersebut hanya bisa didapat ketika beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, seperti yang Allah jelaskan dalam QS.49 ayat 13 (Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal), menjadi seorang ayah atau ibu akan menjadikan dirinya mulia dihadapan Allah ketika ayah atau ibu tersebut beriman dan bertakwa kepada Allah SWT dan dapat memberikan pengajaran serta pendidikan yang benar kepada sang anak sesuai dengan perintah Allah, nabi Ibrahim as misalnya, beliau berhasil mendidik putranya Ismail as ,dan Allah menjadikan beliau Mulia,karena telah mendidik putranya (ismail as) dengan benar sesuai dengan perintah Allah,seperti yang terdapat dalam QS 37 (100-37)
Menjadi seorang ayah memang tidaklah mudah, namun dalam berbagai kesulitan Allah janjikan kemudahan QS 94(5-6)
Begitulah Allah janjikan kepada setiap umatnya yang selalu beriman dan bertakwa.
Wallahualam
Anonim mengatakan…
Nama : Melya Novianti
NIM : 072643
Kelas : 2B
“SURAT DARI SEORANG AYAH”

Komentar : Saya sangat terharu sekali setelah membaca surat tersebut, begitu banyak pesan yang saya ambil, begitu besar perjuangan seorang ayah . Keberadaan kita sangat dinanti-nantikan, sejak lahir dia sangat mencintai dan menyayangi anaknya, dia sangat bangga sekali terhadap anaknya di depan siapapun, bahkan di hadapan tuhan tak henti-hentinya selalu berdoa yang terbaik buat anaknya . seorang ayah yang penuh rasa tanggung jawab layaknya tugas seorang bapak terhadap anaknya, begitu sosok ayah sangat saya kagumi. Maka kita sebagai anak sudah sepatutnya selalu mengabdi kepadanya dan jangan meyakiti perasaanya. Jangan sekali-kali kita membangkang karena akan membuat hatinya sedih. Dia berusaha ingin anaknya jadi anak yang baik berbakti pada orang tua dan tuhan. Dia terlebih dulu harus memberi contoh mendidik mengajari anaknya agar dekat dengan tuhan,ayah membimbing dan memberi semangat tanpa rasa putus asa. Karena di akhirat nanti dia sangat ingin anaknya dekat dengan tuhan,karena semua titipan pasti kembali pada tuhan.
Anonim mengatakan…
Nama : Dewi Saraswati
Kelas : 2B
NIM : 07011367

Menurut saya menjadi ayah itu indah dan mulia. Walaupun menjadi seorang ayah itu sangat berat dan sulit. Karena tugas seorang ayah yaitu membimbing kejalan yang di ridhoi oleh Allah SWT dan menjadi anak yang soleh yang berbakti pada kedua orang tuanya. Dan seorang ayah akan bangga bila melihat anaknya di akhirat nanti dekat dengan tuhan karena semua hal yang dititpkan akan kembali pada tuhan.
Anonim mengatakan…
nsms : IN AGUSTINI
NIM : 0701365
KELAS :2B

menurut saya artikel ini bercerita tentang arti dan peran seorang ayah dimata islam. ayah yang tidak hanya seorang laki-laki yang bertanggung jawab dan berkewajiban memberi nafkah kepada istri dan anaknya. tidak hanya juga melindungi istri dan anaknya dari kekurangan, ketakutan, dan gangguan dari luar. tapi ayah adalah seorang yang begitu bahagia menanti kelahiran anaknya, buah hasil cintanya dengan istrinya yang di ridhoi oleh alloh. dan ayah merasa takut akan kelahiran anaknya, yang menjadi sebuah pertanyan besar apakah dia mampu mengembalikan titipa ini kepada penciptanya dengan baik? peran seorang ayah yang sebenarnya adalah ketika dia mampu memberi contoh hal yang di cintai Alloh kepada anaknya sehingga anaknbya mampu dikagumi oleh Alloh. memang berat, tugas seorang ayah jika dilihat dari islam yang sebenarnya. karena anak adalah titipan dari Alloh, namanya titipan suatu saat pasti harus dikembalikan. dan selama titipan itu berada digenggaman kita, seyogyanya harus menjaga dan merawatnya agar senantiasa berada dijalan yang diridhoi oleh alloh. sehingga satnya tiba titipan itu akan diambil lagi oleh pemiliknya, bisa dikembalikanb sesuai dengan yang didinginkan pemiliknya yaitu Alloh SWT.
Anonim mengatakan…
NAMA :PRAPASTI S. PUTRI
NIM :0701644
KELAS 2B

ayah adalah seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab atas anak dan istrinya. tugas seorang ayah itu berat dan sulit selain untk mencari nafkah ayah juga harus menjaga dan membimbing anaknya . kasih sayang ayah kepada anaknya tidak terbatas sampai akhior hayatnya dari pertamakali dikabarkan engkau akan hadir sampai hasir hayat. rasa saytang terhadap anak tidak berkurang sdikitpun. karena ayah tahu bahwa anak adalah titipan Alloh SWT yang harus dijag adan didik. untuk menjalankan semua perintahnya dan menjauhi segala larangannya. seorang ayah mengiginkan kehidupan anaknya lebih layak bukan hanya semata-mata ingin dikagumi oleh orang lain. tapi seorang ayah mengiginkan anaknya mendapat tempat yang indah sisisi penciptanya adalah Alloh SWT. oleh karena itu ayah harus bisa menjadi panutan bagi anak-anaknya. tak pernah letih memberikan nasihat dan pendidikan untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun diakhirat kelak. yang diridhoi oleh Alloh SWT dan mendapat tempat yang terindah disisinya. AAMIN.
Anonim mengatakan…
NAMA :YAYAT SUPRIATNA
KELAS : 2B
NIM : 0701667

KOMENTAR: setelah saya sedikit membaca bacaan itu yang berjudul "Surat Dari Seorang Ayah " saya sedikit memberikan tanggapan atau boleh di bilang pendapat bahwa saya sangat setuju dengan apa yang di tuliskan di situ bahwa menjadi seorang ayah itu memang sangatlah berat dan mempunyai tanggung jawab yang sangat besar sekali terhadap keluarganya,di situ ayah harus menafkahi keluarganya tentunya dengan rijki yang halal.
tetapi di samping itu semua , menjadi seorang ayah itu sangatlah indah dan mulia karena dengan menjadi seorang ayah itu kita tidak hanya memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah berupa materi saja ,tetapi di situ seorang ayah memiliki rasa kasih sayang yang begitu besar yang di buktukannya dengan cara memberikan pengajaran berupa pendidikan dan juga mengarahkan anaknya kepada kebaikan untuk dunia maupun akhirat. karena seorang ayah menyadari bahwasanya susungguhnya dia bukanlah pemilik atas anaknya sendiri dia menyadari bahwa Alah lah yang memiliki kita dan allah hanya menitipkan miliknya itu kepada ayah, adanya kesadaran seperti itu maka seorang ayah berusaha untuk mendekatkan anaknya kepada pemilik yang sebenarnya, berusaha memenuhi keinginan pemiliknya .melakukan sesuat karenanya bukan karna anaknya ataupun karena ibu kita. sehingga di hari akhirat nanti ayah hanya menginginkan anaknya berada dekat dengan pemiliknya meskipun ayah berada sangat jauh dengannya karena memang begitulah dia selama hidup di dunia, tetapi dia kan sangat merasa senang dan bangga karena ayah telah membuktikan bahwa segala titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya yaitu allah. mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan semoga komentar ini dapat bermanfaat bagi saya pada khususnya dan bermanfaat bagi yang membaca pada umumnya.
Anonim mengatakan…
NANA :NENENG JUNENGSIH
NIM : 0701456
KELAS 2B

Seorang ayah yang merasa bangga telah memiliki seorang anak karena dengan kehadiranny tia dapat meneukan jati dirinya dan anaknya serta ia dapat merasakan figur seorang ayah yang memiliki tanggung jawab kepada anaknya. namun seiring waktu berlalu anaknya mulai beranjak dewasa dan memuat seorang ayah menyadri bahwa anak hanya titipan dari tuhan yang harus dujaga dan di lindungi yang nantinya akan dikembalikan lagi kehadapan tuhan. menurut saya figur seorang ayah yang di tulisklan dari lembaran dakwa "miskat" sangat bagus disana tertulis perjuangan seorang ayah yang ingin memperkenalkan anaknya dengan tuhan dan ingin anaknya mematuhi semua keinginan tuhan meskipun awalnya ia menganggap bahwa anaknya hanya miliknya semata namun ia akhirnya menyadari siapa ia sebenarnya . disana juga tertulis bahwa seorang ayah harus bisa menjadi panutan / contoh untuk anaknya agar mereka busa bersama-sama berjalan menghadap sang pencipta. meskipun untuk menuju kesana terdapat beberapa coban dan ujian tetapi ayah membiarkan anak manghadapi nya sendiri agar ia dapat merasakan perjalanan yang sebanarnya. namun ayah tetap pemberikan kekuatan dan doa agar anak tak berhenti mengenal Alloh. Ayah selalu memberikan semangat kepada anaknya agar tak mudah putus asa. karena seorang ayah ingin melihat anaknya dapat mengenal tuhan lebih dekat walaupun ia sendiri jauh dengan tuhan karena hal itulah yang membuktikan bahwa seorang ayah harus mengembalikan anak yang hanya sebagai titipan dari tuhan. tindakan yang dilakukan seorang ayah diatas sangat mencerminkan bahwa ia memang seorang ayah yang memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan anaknya kepada tuhan dengan perbuatan dan amal yang baik. untuk itu marilah kita terus menerus mencontoh figur ayah yang dapat membuat kita mngenal tuhan lebih dekat.
Anonim mengatakan…
NAMA : ANDRIYANTI DEWI
NIM : 0701474
KELAS 2B

manusia tidak ada debelum dilahirkan kedunia dan manusia diciptakan dari sebuah ketiadaan. pada dasarnya tugas seorang ayah dalam sebuah keluarga sangatlah berat seorang ayah harus rela membanting tulang, bekerja keras demi menafkahi anak-anaknya dan istrinya tidak hanya sebagai pencari nafkah, tapi seorang anak harus bisa menjadi orang yang berguna bagi agama, bangsa,, masyaraka, dan keluarganya sedangkan halini bukanlah hal yang sangat mudah melainkan hal yang sangat sulit karena seorang ayah tidak bisa memaksakan kehendaknya kepada si anak, karena mereka ada bukan karena cintaku dan cunta ibumu melainkan karena titipan dari tuhan yang maha esa. dan seorang ayah tidak henti-henytinya memberikan pengertian bahwa anak harus seperti pemiliknya, dalam setiap melaksanakan tugas atau mendapatkan cobat tidak mudah putus asa dan pantang menyerah. karen atuhan tidak pernah lelah dan berhenti. seorang ayah juga harus juga bisa menjadi suru tauladan bagi keluarganya dan orang lain. maka akan berbahagialah seorang ayah apabila sia anak kmebali kepadanya dalam keadaan behagia.
Anonim mengatakan…
Nama : Melya Novianti
NIM : 0701357
Kelas : 2B
“SURAT DARI SEORANG AYAH”

Komentar : Saya sangat terharu sekali setelah membaca surat tersebut, begitu banyak pesan yang saya ambil, begitu besar perjuangan seorang ayah . Keberadaan kita sangat dinanti-nantikan, sejak lahir dia sangat mencintai dan menyayangi anaknya, dia sangat bangga sekali terhadap anaknya di depan siapapun, bahkan di hadapan tuhan tak henti-hentinya selalu berdoa yang terbaik buat anaknya . seorang ayah yang penuh rasa tanggung jawab layaknya tugas seorang bapak terhadap anaknya, begitu sosok ayah sangat saya kagumi. Maka kita sebagai anak sudah sepatutnya selalu mengabdi kepadanya dan jangan meyakiti perasaanya. Jangan sekali-kali kita membangkang karena akan membuat hatinya sedih. Dia berusaha ingin anaknya jadi anak yang baik berbakti pada orang tua dan tuhan. Dia terlebih dulu harus memberi contoh mendidik mengajari anaknya agar dekat dengan tuhan,ayah membimbing dan memberi semangat tanpa rasa putus asa. Karena di akhirat nanti dia sangat ingin anaknya dekat dengan tuhan,karena semua titipan pasti kembali pada tuhan.
Anonim mengatakan…
NAMA : NINING WIDYANINGSIH
NIM : 0701470
KELA : 2B

jangan pernah takut menjadi seorang ayah, karena pada dasarnya seorang ayah tidaklah mudah. seorang ayah hatus mampu melindungi keluarganya dalam suka maupun duka. serta mempunyai rasa tanggung jawwab sebagai imam dalam keluarga. peran ayah sangat penting bagi keluarga selain menjadi tulang punggung untuk mencari nafkah, seorang ayah juga harus bisa mendiidik dan menjadi suri tauladan yang baik bagi anak-anaknya, sehingga seorang anak akan berguna bagi bangsa,. orang tua, dan agama. seorang anak hanyalah titipan dari tuhan maka sebagai orang tua harus bisa menjaganya dan membekali anak dengan agama agar anak dapat lebih mendekatkan dirinya kepada tuhan karena agama dapat menjadi sebuah pondasi hidup untuk mencapai kehidupaaan yang bahagia.
Anonim mengatakan…
Nama : Yudith Setia Ditha
NIM : 0701651
Kelas : 2B

setelah membaca artikel ini saya sangat tersentuh dan terngiuh akan isi dari bacaan ini begitu besar kasih sayang dan pengorbanan seorang ayah untuk anaknya. dari pengorbanannya ini terdapat kebahagiaan akan sekian lamanya penantian hinigga saat kelahiran tiba.
subhnallah,,,,tidak terfikir oleh saya betapa mulianya menjadi seorang ayah dan betapa mulianya jadi seorang figur dalam sebuah keluarga.
seorang ayah merupakan figur yang sangat diperlukan dalam sebuah keluarga. karena dari seorang ayah kita dapat menjadi sosok yang kokoh, tegar dan pantang menyerah. seorang ayah juga harus membimbing dan mendidik anak-anaknya untuk menjadi manusia yang berbudi luhur.
baik dalam keluarga maupun di masyarakat. meskipun terkadang seorang anak menentang dan menolak perintahnya, namun semua itu di dasari hanya ego semata.
dari artikel ini saya sadari ternyata sifat keras, sifat mengendalikan, sifat over protectif dari seorang ayah semata-mata hanya untuk menjadikan anaknya sebagai orang yang berguna.
Anonim mengatakan…
Nama :MUHAJIR
Nim :0603645
Kelas : 2B

Assalamu'alaikum. Wr.Wb

Sebelumnya saya sangat tersentuh dan terharu apa yang ada diisi tersebut.
menurut saya, ISI surat tersebut mnceritakan kisah seorang ayah yang sangat sayang kepada anaknya, dia mengungkapkan apa yang ada di isi hatinya, ungkapkan isi hatinya untuk menasehati anaknya agar anaknya tersebut menjadi lebih baik dari ayahnya, karena ayahnya tau kalau anaknya itu titipan dari tuhan yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.
oleh karena itu kita sebagai calon seorang ayah haruslah paham bagaimana cara mendidik dan membimbing anak kita. karena anak itu sebagai penerus sebuah keluarga, maka kita harus mendidiknya dengan baik. kesimpulannya seorang ayah haruslah sadar akan keberadaanya di keluarga dengan kata lain tanggung jawab. Wassalam
Anonim mengatakan…
NAMA :Anita wulandari
NIM :0701413
KELAS :2B

" Surat dari seorang ayah "
Assalamualaikum, , ,
Setelah membaca surat itu saya merasa terharu karena kecintaan ayah terhadap anaknya sebab ayah rela berkorban demi anaknya walaupun menjadi ayah itu tugasnya sangatlah berat dan sulit namun ayah itu akan selalu berusaha menuntun anaknya kejalan yang lebik baik yaitu menuju kepada pemilik-Nya yang Maha Kuasa atas segala sesuatunya.
Tugas ayah juga bukan hanya membuat anaknya dikagumi dan dicintai oleh orang lain tetapi juga harus dikagumi dan dicintai oleh Allah S.W.T namun tugas ayah itu haruslah membawa anaknya kepada alam sadar untuk menyadari siapa sebenarnya ayahnya itu dan siapa anaknya itu.Dan usaha ayah untuk menyadari anaknya itu terhadap keinginan pemiliknya yang sebenarnya.
Subhanallah " Maha Suci Allah "
Menjadi ayah itu penuh dengan rasa lelah , letih dan penuh tantangan untuk menjalani tugasnya namun dari keberhasilannya itu sangatlah memuaskan sebab jika anaknya itu dikumpulkan dihadapan Tuhan dan dilihati oleh ayahnya itu jaraknya sangat dekat dengan pemilik-Nya sebab seorang anak itu hanyalah sebuah titipan dari yang Maha Kuasa.
Anonim mengatakan…
NAMA : IIS ISMAYANTI
NIM : 0701459
KELAS : 2B

Setelah saya membaca artikel yang berjudul surat dari ayah, saya dapat menyimpulkan bahwa ternyata perjuangan dan kasih sayang seorang ayah kepada anaknya begitu besar. dari semenjak anak masih didalam kandungan sang ibupun, kasih dan cinta seorang ayah sudah amat terasa apalagi ketika anak itu sudah terlahir di dunia ini. apapun akan dilakukannya agar sang anak berbahagia. walaupun banyak sekali rintangan dan halangan akan tetapi ayah akan terus berusaha dengan sekuat tenaga demi membahagiakan buah hatinya yang tercinta, karena kehadiran anak bagi seorang ayah begitu berharga. ketika anak itu menghadapi masalah, ayah akan selalu mendampingi. ayah pun akan selalu membimbing kita tanpa ada rasa lelah dan letih. beliau akan terus membimbing kita agar selalu dekat dengan sang pencipta. hanya satu yangt di inginkan seorang ayah kepada anak-anaknya,yaitu ketika suatu hari nanti telah berpulang kepada sang pencipta, sang anak dapat masuk ke dalam syurganya.
PERJUANGAN SEORANG AYAH KEPADA SANG ANAK BEGITU LUAR BIASA.
OLEH KARENA ITU,KITA HARUS SELALU SAYANG DAN BERBAKTI KEPADANYA.
Anonim mengatakan…
NAMA ;LINDAWATI
NIM ;0701356
kelas ;2B

Dalam surat yang saya baca yang berjudul "SURAT DARI AYAH" ini saya ingin berpendapat bahwa arti ayah adalah seorang laki-laki yang menjadi indah dan mulia jika seorang laki-laki itu telah menjadi ayah bagi anaknya.
tapi dengan kehadiran seorang anak lah dikehidupannya tugas seorang ayah akan bertambah dan akan menjadi berat dan sulit.
tetapi anak juga adalah titipan dari allah SWT yang harus dijaga dan dituntun ke jalan yang di ridhainya. dan dapat mengabdi kepadanya. ayah juga mempunyai kewajiban kepada anaknya agar dapat dikagumi dan menjadi anak yang baik.
jadi itulah tugas yang berat bagi seorang ayah. tapi ayah hanya seorang yang dititipkan anak oleh allah jadi ayah tidak akan dapat memiliki sepenuhnya anak itu karena semua titipan akan kembali kepadanya.
Anonim mengatakan…
Nama :Elrica alva novia
Nim :0701418
kelas :2b

ayah???
siapakah ayah itu?
ayah adalah seorang laki-laki bgian dari keluarga yang memiliki tanggung jawab yang sangat besar.
ternyata menjadi ayah itu indah dan mulia,karena didasari sebuah cinta,sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika sang anak belum dilahirkan,karena anak adalah titipan dari tuhan yang harus di jaga.
begitu besar tugas dan tanggung jawab ayah terhadap anaknya, bahkan ia rela melakukan apapun demi anaknya.
ternyata menjadi ayah tidak mudah, ayah harus mendidik anaknya agar anaknya susuai dengan keinginan pemiliknya. karena ia menyadari kalau anak adalah titipin dari Allah SWT.
Anonim mengatakan…
Nama :Elrica alva novia
Nim :0701418
kelas :2b

ayah???
siapakah ayah itu?
ayah adalah seorang laki-laki bgian dari keluarga yang memiliki tanggung jawab yang sangat besar.
ternyata menjadi ayah itu indah dan mulia,karena didasari sebuah cinta,sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika sang anak belum dilahirkan,karena anak adalah titipan dari tuhan yang harus di jaga.
begitu besar tugas dan tanggung jawab ayah terhadap anaknya, bahkan ia rela melakukan apapun demi anaknya.
ternyata menjadi ayah tidak mudah, ayah harus mendidik anaknya agar anaknya susuai dengan keinginan pemiliknya. karena ia menyadari kalau anak adalah titipin dari Allah SWT.

Entri Populer